Inggris Vs Jerman: Kesempatan Southgate Balas Dendam

Randy Prasatya - Sepakbola
Sabtu, 26 Jun 2021 11:30 WIB
Englands manager Gareth Southgate applauds as he leaves the pitch during the Euro 2020 soccer championship group D match between England and Scotland, at Wembley stadium, in London, Friday, June 18, 2021. The match ended 0-0. (AP Photo/Matt Dunham, Pool)
Gareth Southgate punya kesempatan untuk balas dendam ke Jerman. (Foto: AP/Matt Dunham)
London -

Gareth Southgate ada di skuad Inggris saat didepak Jerman pada semifinal Euro 1996. Southgate kini punya kesempatan untuk balas dendam di Euro 2020.

Euro 1996 berlangsung di Inggris dan The Three Lions pada ajang itu sudah sangat dekat dengan laga final. Jerman pun harus lebih dulu dikandaskan untuk melangkah ke laga pamungkas.

Inggris, yang menjadi tuan rumah, sudah ngegas di awal laga dengan memimpin 1-0 pada menit ketiga lewat Alan Shearer. Jerman tak menyerah dan menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-16 lewat Stefan Kuntz.

Skor tersebut bertahan sampai tambahan waktu 2x15 menit. Pemenang di laga ini terpaksa harus dicari lewat adu penalti.

Untung tak dapat digapai oleh Inggris meski mendapatkan dukungan dari puluhan ribu penonton. Southgate menjadi satu-satunya algojo Inggris yang gagal mencetak gol.

Southgate maju sebagai penendang tambahan. Sebelumnya, lima penendang dari kedua tim mampu menjalankan tugas dengan baik dan penendang tambahan Jerman juga dengan mulus melesakkan gol.

Nah, Gareth Southgate tentu tidak akan lupa momen itu. Southgate, yang kini menjadi pelatih Inggris, mungkin saat ini punya ambisi besar membalas luka masa lalu terhadap Jerman.

Inggris kebetulan bertemu Jerman di Wembley pada babak 16 besar Euro 2020. Kesempatan ini tentu sangat mendukung untuk Gareth Southgate mengubah masa lalu buruknya di tempat yang sama dan event yang serupa.

"Saya pernah melihat momen masa lalu itu. Ya, itu sulit. Saya yakin Gareth juga ingin membalas dendam dalam aspek itu," kata gelandang West Ham, Declan Rice, yang dikutip dari France24.

"Jelas dia gagal mengeksekusi penalti, tetapi semua orang bisa gagal mengeksekusi penalti. Saya gagal penalti dua hari sebelum akhir musim," pria 22 tahun itu melanjutkan.

"Itulah sepakbola. Tapi untuk Gareth, saya yakin dia sudah siap dan tentu saja dia akan mengarahkan kami untuk menang dan saya harap kami bisa melakukan untuknya juga sehingga dia bisa membalas dendam sendiri," gelandang Inggris itu menegaskan.

(ran/krs)