Euro 2020: Italia Mau-mau Saja Berlutut demi Black Lives Matter, tapi..

Adhi Prasetya - Sepakbola
Sabtu, 26 Jun 2021 18:00 WIB
ROME, ITALY - JUNE 20: Jorginho, Alessandro Bastoni, Matteo Pessina, Gianluigi Donnarumma and Leonardo Bonucci of Italy sing the national anthem prior to the UEFA Euro 2020 Championship Group A match between Italy and Wales at Olimpico Stadium on June 20, 2021 in Rome, Italy. (Photo by Claudio Villa/Getty Images)
Italia mau-mau saja berlutut demi solidaritas anti rasisme. Foto: Getty Images/Claudio Villa
Jakarta -

Italia siap berlutut sebagai tanda memerangi rasisme jelang pertandingan Piala Eropa 2020, jika memang lawannya melakukan hal yang sama. Meski demikian, Gli Azzurri yakin harusnya ada cara yang lebih baik dari itu.

Italia sempat dikritik saat melawan Wales di laga terakhir fase grup A Euro 2020, Minggu (20/6/2021) lalu. Sebelum kickoff, Gareth Bale dkk memilih berlutut lebih dulu selama semenit sebagai bagian gerakan Black Lives Matter.

Sedangkan di kubu Italia, hanya 5 pemain saja yang melakukan hal serupa.

Meski sudah memberikan penjelasan bahwa para pemain Italia memang tak diberi instruksi melakukan hal tersebut, namun skuad Gli Azzurri tak mau mengalami kebingungan di laga selanjutnya, yakni menghadapi Austria di Wembley, Minggu (27/6) dini hari WIB.

Oleh sebab itu, mereka mengadakan pertemuan internal di hotel tempat mereka menginap pada Jumat (25/6) malam waktu setempat. Menurut penjelasan sumber internal Timnas Italia kepada ANSA dan Sky Sport Italia, tak akan ada sesi berlutut pada laga Italia vs Austria.

Italia vs WalesMomen laga Italia vs Wales sebelum laga. Hanya 5 pemain Italia yang berlutut. Foto: S4C

Austria dilaporkan tak meminta hal tersebut kepada UEFA, begitu juga dengan Italia. Meski begitu, jika Italia melaju ke babak berikutnya, dan lawannya meminta untuk melakukan sesi berlutut sebelum laga, Italia akan ikut melakukannya demi solidaritas.

Hanya saja, Italia berkeyakinan bahwa memerangi rasisme bisa dilakukan dengan cara yang lain. Di Italia sendiri, kasus rasisme di lapangan hijau acapkali terjadi. Romelu Lukaku, Mario Balotelli, dan Kevin-Prince Boateng adalah beberapa nama yang pernah mengalaminya.

(adp/krs)