Mario Mandzukic Gantung Sepatu

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Sabtu, 04 Sep 2021 01:00 WIB
BERGAMO, ITALY - MAY 23: Mario Mandzukic of AC Milan reacts during the Serie A match between Atalanta BC and AC Milan at Gewiss Stadium on May 23, 2021 in Bergamo, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors.  (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Mario Mandzukic pensiun (Getty Images/Marco Luzzani)
Zagreb -

Selesai sudah karier Mario Mandzukic di lapangan hijau. Striker asal Kroasia tersebut memutuskan gantung sepatu di usia 35 tahun.

Mandzukic menghabiskan musim lalu bersama AC Milan selama enam bulan. Dia sempat menganggur di paruh pertama musim 2020/2021 usai kontraknya diputus klub Qatar Al-Duhail.

Sayangnya, karier Mandzukic bersama Milan tidak mulus karena lebih sering berada di bangku cadangan atau ruang perawatan. Dia tampil 11 kali tanpa mencetak satu gol pun.

Ketika bursa transfer musim panas berakhir, Mandzukic rupanya tak kunjung mendapat klub baru. Alhasil, Mandzukic memutuskan pensiun dari dunia yang membesarkan namanya itu, Jumat (3/9/2021) malam WIB.

Mandzukic membuat unggahan di akun instagramnya berisikan surat yang ditujukan kepada dirinya saat masih kanak-kanak.

[Gambas:Instagram]



"Kepada Mario Kecil. Ketika kamu pertama kali mengenakan sepatu bola ini, kamu mungkin tidak pernah berpikir apa yang akan kamu rasakan di sepakbola. Kamu bakal mencetak gol-gol di turnamen besar dan kamu bakal memenangi trofi-trofi bergengsi bersama klub besar. Dengan bangga membela negaramu, kamu membantu menulis sejarah dalam olahraga Kroasia," ujar Mandzukic.

"Kamu bisa sukses karena banyak orang-orang hebat di sekitarmu - rekan setim, pelatih, fans, keluarga, agen, dan juga teman-teman yang selalu ada untukmu. Kamu akan bersyukur memiliki mereka semua."

Mandzukic memulai karier profesionalnya pada 2004 bersama klub Kroasia Marsonia. Dia pindah ke NK Zagreb setahun setelahnya dan kemudian memperkuat klub besar Dinamo Zagreb sedari 2007 hingga 2010.

Nama Mandzukic mulai dikenal saat bermain di Bundesliga bersama Wolfsburg pada 2010. Dua tahun di sana, Mandzukic menarik perhatian Bayern Munich yang kemudian merekrutnya.

Puncak kariernya boleh dibilang di klub ini karena dia jadi bagian klub yang memenangi enam gelar selama setahun pada 2013. Dia sempat semusim memperkuat Atletico Madrid pada 2014/2015.

Mario Mandzukic paling lama bermain di Juventus yakni sedari 2015 hingga 2019 dengan 44 gol dari 162 laga, sebelum pindah ke Al Duhail di tahun tersebut.

Mandzukic meraih empat gelar Scudetto bersama Juventus dan sempat mencetak gol di final Liga Champions 2016/2017, meski kalah 1-4 dari Real Madrid.

Di level timnas, Mandzukic berperan besar mengantarkan negaranya jadi runner-up Piala Dunia 2018. Mandzukic total punya 89 caps dan 33 gol.

(mrp/raw)