Presiden UEFA: Gengsi Piala Dunia Turun Kalau Digelar 2 Tahun Sekali

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 07 Sep 2021 02:00 WIB
MOSCOW, RUSSIA - JULY 15:  Antoine Griezmann of France holds the World Cup trophy aloft during the victory celebrations after the 2018 FIFA World Cup Russia Final between France and Croatia at Luzhniki Stadium on July 15, 2018 in Moscow, Russia.  (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
UEFA tolak usulan Piala Dunia tiap dua tahun sekali. (Foto: Getty Images/Laurence Griffiths)
Jakarta -

Ide untuk menggelar Piala Dunia tiap dua tahun sekali dilontarkan Arsene Wenger. Presiden UEFA Aleksander Ceferin menolak ide tersebut.

Arsene Wenger mengungkapkan ide tersebut dengan kapasitasnya sebagai Kepala Pengembangan Sepakbola Global FIFA. Menurutnya akan ada tontonan yang lebih menarik, sementara pemain bakal menjalani kompeisi lebih simpel karena tanpa kualifikasi.

Saat ini, Piala Dunia berlangsung empat tahun sekali. Kualifikasinya digelar dalam empat periode yakni September hingga Oktober serta Maret.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin tak sepakat dengan usulan tersebut. Menurutnya, Piala Dunia punya gengsinya saat ini karena digelar jarang-jarang.

"Kami rasa permata Piala Dunia punya nilainya karena gelarannya yang langka. Menggelarnya tiap dua tahun akan mengarahkannya ke turunnya legitimasi dan menipiskan makna Piala Dunia itu sendiri," ungkapnya dikutip Sky Sports.

"Menurut kami ada tempat untuk segala sesuatunya dan baik tim nasional serta klub memenuhi tempat untuk tuntutan fisik dan komersial itu."

"Mereka (para pemain) tak perlu melihat musim panas mereka dihabiskan untuk turnamen yang menguras, alih-alih menggunakannya untuk bersantai dan memulihkan diri," imbuh Ceferin.



Simak Video "Ketiga Kalinya, Louis Van Gaal Tangani Timnas Belanda"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/ran)