ADVERTISEMENT

Jika Piala Dunia Dua Tahun Sekali, Nggak Kasihan Sama Pemain?

Afif Farhan - Sepakbola
Sabtu, 11 Sep 2021 21:33 WIB
MOSCOW, RUSSIA - JULY 15:  Antoine Griezmann of France holds the World Cup trophy aloft during the victory celebrations after the 2018 FIFA World Cup Russia Final between France and Croatia at Luzhniki Stadium on July 15, 2018 in Moscow, Russia.  (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Piala Dunia Mau Dua Tahun Sekali, Nggak Kasihan Sama Pemainnya? (Getty Images)
London -

Muncul wacana Piala Dunia digelar dua tahun sekali. Manajer Chelsea, Thomas Tuchel memberi komentar tegas, nggak kasihan sama pemain bolanya?

Wacana Piala Dunia yang digelar dua tahun sekali digagas oleh Arsene Wenger. Mantan manajer Arsenal yang sudah sejak tahun 2019 menjabat sebagai kepala Global Football Development FIFA itu mengungkapkan, ajang Piala Dunia empat tahunan sejatinya tidak memberi cukup banyak waktu untuk pesepakbola membuktikan dirinya.

"Ini demi sepakbola modern yang sekarang setiap hari disaksikan oleh banyak penonton," kata Arsene Wenger seperti dilansir dari BBC.

"Jadi, orang-orang tak perlu menunggu waktu lama lagi untuk menyaksikannya. Kualitas kompetisi juga akan makin baik," tambahnya.

MOSCOW, RUSSIA - JULY 15:  The World Cup trophy is seen during closing ceremony prior to the 2018 FIFA World Cup Final between France and Croatia at Luzhniki Stadium on July 15, 2018 in Moscow, Russia.  (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)Trofi Piala Dunia (Getty Images/Shaun Botterill)

Para pesepakbola pun tak harus menunggu waktu lama untuk tampil di ajang Piala Dunia. Peluang untuk jadi juara di usia-usia emas para pesepakbola makin terbuka lebar, serta peluang tiap negara di dunia juga makin terbuka lebar untuk lolos ke kompetisinya.

"Saya pikir dengan Piala Dunia menjadi dua tahun sekali adalah langkah baru dan cukup bagus," tutur Wenger.

Beberapa pihak mengomentari wacana Arsene Wenger tersebut. Terbagi dua kubu, ada yang setuju dan ada pula yang tidak setuju.

Beberapa manajer atau pelatih top turut memberikan pandangannya. Salah satunya adalah manajer Chelsea, Thomas Tuchel.

Apa kata Tuchel?

(Halaman selanjutnya, Tuchel nggak tega sama pesepakbola)

Thomas Tuchel tegas mengatakan, kalau dirinya tidak setuju dengan wacana Piala Dunia yang digelar dua tahun sekali. Tak ayal, kompetisi sudah cukup ketat!

"Saya tidak tahu bagaimana detail atau wacana tersebut," katanya.

"Menurut pendapat saya, sangat sulit kalau hal itu terwujud. Sebab, sudah banyak kompetisi yang dimainkan oleh pesepakbola dari level klub lalu di tiap ajang oleh timnas masing-masing," sambungnya.

BOURNEMOUTH, ENGLAND - JULY 27: Thomas Tuchel, Manager of Chelsea talks as he is interviewed pitchside prior to the Pre-Season Friendly match between AFC Bournemouth and Chelsea at Vitality Stadium on July 27, 2021 in Bournemouth, England. (Photo by Alex Burstow/Getty Images)Thomas Tuchel (Getty Images/Alex Burstow)

Di level klub, tiap negara tak cuma punya satu kompetisi. Di Eropa misalnya, minimal ada dua kompetisi.

Di Inggris selain Premier League juga ada Piala FA dan Piala Liga Inggris. Di Italia, ada Serie A dan Coppa Italia. Di Spanyol, ada Laliga dan Copa Del Rey.

Oleh sebab itu, Thomas Tuchel tidak sependapat dengan wacana Piala Dunia dua tahun sekali. Karena pada akhirnya, pesepakbola sendiri yang akan menjadi korbannya.

"Tentu, penonton mau melihat aksi pemain-pemain top. Akan tetapi jika jadwalnya padat, yang terjadi adalah penonton melihat pemain top dengan tidak penampilan terbaiknya. Mereka kelelahan," ungkap Tuchel.

"Sepakbola bukan kepentingan kompetisi saja. Saya khawatir dengan keselamatan pemain sendiri," tambahnya.

"Ada baiknya, ide itu dipikirkan matang-matang dulu," tutup pria asal Jerman itu.

(aff/nds)

ADVERTISEMENT