Ancelotti Soal Piala Dunia: Kenapa Tak Digelar Setahun Sekali Saja?

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 21 Sep 2021 09:40 WIB
VALENCIA, SPAIN - SEPTEMBER 19: Carlo Ancelotti, Head Coach of Real Madrid gives their side instructions during the La Liga Santander match between Valencia CF and Real Madrid CF at Estadio Mestalla on September 19, 2021 in Valencia, Spain. (Photo by Aitor Alcalde/Getty Images)
Ancelotti menyindir ide Piala Dunia tiap dua tahun sekali. Foto: Getty Images/Aitor Alcalde
Jakarta -

Carlo Ancelotti mengaku tak suka dengan ide Piala Dunia digelar dua tahun sekali. Baginya, jadwal pertandingan saat ini saja sudah begitu padat.

Diketahui, proposal mengenai Piala Dunia itu diajukan oleh Arsene Wenger selaku kepala pengembangan sepakbola global FIFA. Rencananya, topik itu juga akan dibahas dalam pertemuan daring dengan negara-negara anggota FIFA bulan ini.

Proposal ini telah memicu perdebatan di publik, terkecuali di kalangan pelatih. Ada yang setuju karena durasi empat tahunan saat ini dirasa terlalu lama, di sisi lain ada juga yang menolak karena dianggap kurang memperhatikan kondisi fisik pemain.

Wenger sendiri berpendapat jadwal pertandingan internasional yang ada justru bisa berkurang karena jumlah laga kualifikasi akan berkurang, sehingga para pemain tak perlu sering-sering cabut dari klub untuk menjalani tugas negara.

Meski begitu, sejauh ini belum tergambar jelas seperti apa perubahan kalender internasional yang dilakukan jika nantinya Piala Dunia digelar dua tahun sekali. Belum diketahui juga dampaknya ke kejuaraan level konfederasi seperti Piala Eropa, Copa America, Piala Asia, dan lainnya, meski kabarnya akan digeser ke tahun ganjil.

Ancelotti merupakan pihak yang tak setuju dengan ide Piala Dunia dihelat setiap dua tahun. Pelatih Real Madrid itu bahkan menyambut pertanyaan tersebut dengan nada sarkas.

"Menggelar Piala Dunia tiap dua tahun? Well, kenapa tak sekalian digelar tiap tahun saja," ujar Ancelotti kepada Rai Radio, dikutip Marca.

"Jadwal adalah masalah yang sangat serius. Harus ada yang diubah. Ada laga-laga yang tak masuk akal (untuk digelar)."

"FIFA dan UEFA harus membicarakan ini. Benar saat ini kedua pihak tak setuju satu sama lain, tapi saat ini tekanan untuk para pemain sudah terlalu tinggi," jelas pria asal Italia itu soal Piala Dunia dua tahun sekali.

(adp/bay)