FIFA Vs UEFA Soal Rencana Piala Dunia Dua Tahun Sekali

Afif Farhan - Sepakbola
Rabu, 22 Des 2021 13:00 WIB
MOSCOW, RUSSIA - JULY 15:  Antoine Griezmann of France holds the World Cup trophy aloft during the victory celebrations after the 2018 FIFA World Cup Russia Final between France and Croatia at Luzhniki Stadium on July 15, 2018 in Moscow, Russia.  (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
FIFA Vs UEFA Soal Rencana Piala Dunia Dua Tahun Sekali (Getty Images)
Jakarta -

FIFA terus mengkaji wacana Piala Dunia digelar dua tahun sekali. UEFA terus jadi yang terdepan untuk menantangnya!

Wacana Piala Dunia yang awalnya digelar empat tahun sekali lalu 'dipangkas' jadi dua tahun sekali, sudah bergulir sejak tahun 2020 kemarin. Itu adalah ide FIFA (Federation Internationale de Football Association) sebagai induk sepakbola dunia.

Dilansir dari Sky Sports, FIFA menilai kalau jangka waktu Piala Dunia empat tahunan cukup lama. Dari sisi pemain, mereka tidak akan punya kesempatan yang cukup untuk membuktikan diri.

Dari segi bisnis, FIFA sudah melakukan studi bersama OpenEconomics. Jika Piala Dunia dilangsungkan dua tahun sekali, maka perputaran uang akan lebih kencang.

Artinya, sepakbola yang akan mendatangkan untungnya ke tiap negara. Tiap negara yang lolos tampil ke Piala Dunia, akan mendapat sponsor dan hak siar.

Presiden FIFA, Gianni Infantino terus melakukan kajian soal Piala Dunia yang akan berlangsung dua tahun sekali. Dirinya menegaskan, ujung-ujungnya demi keadilan bagi seluruh pesepakbola.

"Ada banyak pihak yang tidak setuju, tetapi ada juga banyak suara yang mendukung," kata Infantino.

"FIFA adalah badan penyelenggara global jadi untuk musim ini kami perlu mencoba menggabungkan semua sudut pandang yang berbeda ini," sambungnya.

ZURICH, SWITZERLAND - MAY 21: FIFA President Gianni Infantino speaks during the virtual press conference following the 71st FIFA Virtual Congress meeting at the Home of FIFA on May 21, 2021 in Zurich, Switzerland. (Photo by Pool/Getty Images)Presiden FIFA, Gianni Infantino (Getty Images/Pool)

Gianni Infantino mengungkapkan, pihak-pihak yang mendukung rencana Piala Dunia dua tahun sekali berasal dari Afrika dan Asia. Sedangkan pihak yang tidak setuju, paling lantang dari Eropa alias dari UEFA (Union of European Football Associations).

Inggris, Jerman, dan Prancis tidak setuju jika Piala Dunia berlangsung dua tahun sekali. Tak ayal, kalender sepakbola di level klub Eropa memang cukup padat tiap musimnya.

Meski begitu, Infantino mengaku kalau FIFA akan mengambil keputusan seadil-adilnya. Demi, sepakbola yang lebih baik.

"Studi menunjukkan kepada kami dengan sangat jelas, bahwa tidak akan ada masalah bagi Piala Dunia (dua tahun sekali) dalam hal dampak ekonomi positifnya. Akan ada beberapa manfaat yang jelas dan nyata bagi ekosistem sepakbola,"

"Kuenya akan semakin besar, dan itu akan memungkinkan kami untuk berinvestasi lebih baik di sepakbola di seluruh dunia," tutupnya.

(aff/bay)