Setelah Rusia, FIFA Perlihatkan keakraban dengan Arab Saudi

Yanu Arifin - Sepakbola
Kamis, 10 Mar 2022 09:50 WIB
JERUSALEM, ISRAEL - OCTOBER 12: Fifa President Gianni Infantino speaks at Jerusalem Posts annual conference on October 12, 2021 in Jerusalem, Israel. The conference featured officials, diplomats and business leaders discussing the health, economic and security challenges facing Israel.  (Photo by Amir Levy/Getty Images)
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Foto: Amir Levy/Getty Images)
Jakarta -

axFIFA sempat disorot karena dianggap akrab dengan Rusia. Kini, badan sepakbola dunia itu kembali memperlihatkan kedekatannya dengan Arab Saudi.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat dikritik karena kedekatannya dengan Vladimir Putin, Presiden Rusia. Hal itu menjadi sorotan setelah perang Rusia vs Ukraina pecah.

Melansir Inside the Games, FIFA kembali disorot setelah Infantino berkunjung ke Arab Saudi. Padahal, Arab sedang disorot karena sempat mengebom Yaman dan belum tuntasnya kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Di Arab Saudi, Infantino bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Menteri Olahraga Pangeran Abdulaziz bin Turki, dan Presiden Federasi Sepakbola Arab Saudi Yasser Al-Mishal.

Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk meninjau area pengembangan sepakbola di Arab Saudi.

Pertemuan itu sendiri membuat FIFA disorot karena dianggap dekat dengan para terduga pelanggar Hak Asasi Manusia.

Sebelumnya, Infantino menepis halus kedekatannya dengan Putin. Ia menilai, sepakbola cuma berusaha menjangkau semua pihak, seraya menyampaikan bela sungkawa atas korban perang di Rusia.

"Kami tetap berusaha merefleksikan peran olahraga dalam upaya membawa banyak orang menuju kondisi perdamaian," katanya.

"Saya yakin olahraga bisa menyatukan banyak orang. Sepakbola adalah tentang semua orang di seluruh dunia."

"Hari ini, perasaan saya bersama orang-orang yang terdampak menjadi korban dari eskalasi konflik ini, tak ada yang lain," ungkap Presiden FIFA Gianni Infantino.

(yna/aff)