Mancini Pastikan Tetap Latih Italia, Isyaratkan Perombakan

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 28 Mar 2022 18:20 WIB
PALERMO, ITALY - MARCH 24: Head coach Italy Roberto Mancini looks on during the 2022 FIFA World Cup Qualifier knockout round play-off match between Italy and North Macedonia at Friends arena on March 24, 2022 in Palermo, Italy. (Photo by Claudio Villa/Getty Images)
Mancini tak akan mundur meski gagal membawa Italia ke Piala Dunia 2022. Foto: Getty Images/Claudio Villa
Konya -

Roberto Mancini tak akan meninggalkan posnya sebagai pelatih Timnas Italia. Mancio, sapaan akrabnya, akan terus bertahan sesuai kontraknya sampai 2026 mendatang.

Mancini, yang mengantarkan Italia menjadi juara Euro 2020 pada Juli tahun lalu dan mencatat rekor tak terkalahkan di 37 pertandingan, gagal membawa Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2022 usai kalah 0-1 dari Makedonia Utara di babak playoff.

Hasil tersebut membuat Italia harus absen di turnamen akbar sepakbola itu sebanyak dua kali beruntun. Pada 2018, mereka juga mengalami nasib buruk serupa.

Saat itu, Gian Piero Ventura yang menjadi pelatih utama langsung dipecat tak lama setelah Italia dipastikan gagal melenggang ke Rusia. Namun Mancini tak akan mengalami nasib serupa.

Presiden FIGC Gabriele Gravina sudah menyatakan dirinya tak akan memecat Mancini. Sang pelatih sendiri mengatakan akan terus melanjutkan pekerjaannya dan fokus membenahi tim, dimulai dari UEFA Nations League yang dimulai Juni mendatang.

Hal itu ia ungkapkan dalam konferensi pers pada Senin (28/3) sore WIB. "Kami akan memasukkan para pemain muda ke dalam timnas, dengan harapan mereka pun akan mendapat kesempatan tampil di klubnya. Kami mulai dari sini, lalu kami akan lihat apa yang harus dilakukan dalam konteks yang lebih umum," kata Mancini, dikutip Sky Sport Italia.

"Tim yang saat ini, dengan beberapa tambahan, sebetulnya bisa bermain di Piala Dunia dan memenanginya. Kami akan melakukan penyisipan di Nations League pada bulan Juni nanti. Kami juga harus memulai persiapan untuk kualifikasi Piala Eropa 2024."

"Kenapa saya ingin bertahan? Karena saya masih muda, tujuan saya adalah memenangi Piala Eropa dan Piala Dunia, dan saya menyukai pekerjaan saya dan masih bisa bersenang-senang. Saya ingin mengatur sesuatu yang penting dengan para pemain. Kami sangat kecewa (gagal ke Piala Dunia), tapi kami harus move on," jelas Mancini.

Perlakuan FIGC kepada Mancini memang berbeda dibandingkan dengan yang diterima Ventura. Hal ini tak lepas dari prestasi yang ia berikan, plus gaya main yang dinilai lebih menyerang dan tepat guna.

Mengenai kegagalan lolos ke Piala Dunia, tak sedikit yang menilai itu bukanlah kesalahan Mancini seorang, melainkan ada peran serta dari klub-klub Serie A yang tak banyak memberi ruang bagi pemain lokal, khususnya yang muda, untuk berkembang.

Akibatnya, ia pun kekurangan pasokan pemain kelas atas yang layak saat pilihan utama bermain tak sesuai harapan. Hal ini sebetulnya sudah dikeluhkan sejak lama, bahkan saat Antonio Conte masih melatih Italia.

Selanjutnya, Italia akan menghadapi Turki dalam laga uji coba di Konya pada Rabu (30/3) pukul 01.45 WIB.



Simak Video "Euro 2020 Dibuka Turki Vs Italia, Ini Daftar Skuadnya"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/aff)