Presiden FIFA Ikut Sedih Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2022

Bayu Baskoro - Sepakbola
Jumat, 01 Apr 2022 14:20 WIB
North Macedonia players celebrate as Italys Alessandro Bastoni reacts after his teams got eliminated at the end of the World Cup qualifying play-off soccer match between Italy and North Macedonia, at Renzo Barbera stadium, in Palermo, Italy, Thursday, March 24, 2022. North Macedonia won 1-0. (AP Photo/Antonio Calanni)
Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2022. (Foto: AP/Antonio Calanni)
Zurich -

Presiden FIFA Gianni Infantino ikut sedih dengan kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2022. Gli Azzurri adalah tim yang membuatnya cinta dengan sepakbola.

Italia gagal menembus putaran final Piala Dunia Qatar 2022 usai disingkirkan Makedonia Utara di Palermo pada babak playoff pekan lalu. Gianluigi Donnarumma dkk kalah tipis 0-1.

Ini menjadi kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia dalam dua edisi beruntun. Jawara dunia empat kali itu sebelumnya tak mampu menembus Piala Dunia Rusia 2018.

Dua kali gagal lolos ke Piala Dunia secara beruntun bisa dikatakan memalukan dan mengecewakan buat Timnas Italia. Terlebih, La Nazionale berstatus juara Piala Eropa 2020.

Gianni Infantino selaku presiden FIFA angkat bicara soal kegagalan Italia ke Piala Dunia 2022. Pria berdarah Swiss-Italia itu mengaku sedih tak bisa menyaksikan anak asuh Roberto Mancini itu di Qatar.

"Saya benar-benar ingin menangis. Ini amat menyedihkan bagi seluruh orang Italia," kata Infantino kepada Rai Sport.

"Ini adalah Piala Dunia kedua berturut-turut di mana Azzurri tidak berpartisipasi. Apabila mereka gagal lagi di Piala Dunia berikutnya, itu berarti absen selama 12 tahun," dia menambahkan.

YOKOHAMA, JAPAN - AUGUST 07: Gianni Infantino, President of FIFA is seen wearing a face mask during the Men's Football Competition Medal Ceremony on day fifteen of the Tokyo 2020 Olympic Games at International Stadium Yokohama on August 07, 2021 in Yokohama, Kanagawa, Japan. (Photo by Alexander Hassenstein/Getty Images)Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Foto: Getty Images/Alexander Hassenstein)

"Saya mengingat kembali ketika saya masih kecil, emosi menonton Piala Dunia tahun 1978 dan 1982. Itu adalah hal-hal yang membuat Anda jatuh cinta dengan sepakbola,".

"Sungguh menyedihkan bagi anak-anak Italia, tetapi inilah situasinya. Hanya 32 tim yang bisa lolos dan Piala Dunia digelar empat tahun sekali," demikian kata Gianni Infantino.

(bay/aff)