ADVERTISEMENT

Courtois: Mustahil Menangi Ballon d'Or, Apalagi Ada Benzema

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Senin, 30 Mei 2022 04:05 WIB
LONDON, UNITED KINGDOM - APRIL 6: (L-R) Karim Benzema of Real Madrid, Thibaut Courtois of Real Madrid  during the UEFA Champions League  match between Chelsea v Real Madrid at the Stamford Bridge on April 6, 2022 in London United Kingdom (Photo by David S. Bustamante/Soccrates/Getty Images)
Thibaut Courtois sadar dengan kansnya memenangi Ballon d'Or. Karim Benzema lebih dijagokan menang usai tampil sensasional di sepanjang musim ini. (Foto: Getty Images/Soccrates Images)
Paris -

Thibaut Courtois digadang-gadang sebagai kandidat pemenang Ballon d'Or 2022 usai cemerlang bersama Real Madrid. Namun, Courtois realistis dengan peluangnya.

Kiper Madrid itu menunjukkan penampilan gemilang dalam kemenangan 1-0 atas Liverpool di final Liga Champions, Minggu (29/5/2022) dinihari WIB. Courtois sembilan kali mementahkan peluang-peluang the Reds agar tidak masuk ke gawang timnya.

Penampilan ciamik Courtois membuat dia terpilih sebagai man of the match, yang menambah manis suksesnya memenangi gelar Liga Champions untuk kali pertama.

Sementara itu Thibaut Courtois juga menjadi salah satu pemain kunci Real Madrid saat menjuarai LaLiga 2021/2022. Mantan pemain Chelsea dan Atletico Madrid tersebut membuat 16 clean sheet dan cuma kemasukan 29 kali dalam 36 penampilannya. Sekalipun Courtois gagal merebut trofi Zamora usai kalah dari kiper Sevilla Yassine Bounou.

Dengan sederet suksesnya di musim ini pantas jika Courtois masuk ke dalam finalis Ballon d'Or 2022. Akan tetapi, Courtois sadar peluangnya amat kecil. Apalagi rekan setimnya, Karim Benzema, berhasil menceploskan 44 gol plus 15 assist sehingga dia banyak dijagokan untuk menyabet penghargaan itu.

"Mustahil seorang kiper bisa memenanginya, terlebih lagi kalau dia ada di tim yang sama dengan Benzema," ujar Courtois dikutip Tuttomercato. "Aku memang bisa melaju jauh, tapi sulit untuk memenangi trofi itu."

"Bagiku yang penting adalah ketika aku kembali ke ruang ganti, semua rekan-rekan setimku meneriakkan namaku. Ini lebih berharga daripada penghargaan individual," lugas Thibaut Courtois.

Di sepanjang sejarah Ballon d'Or yang dimulai pada 1956, hanya sekali perhargaan tersebut dimenangi oleh seorang kiper. Dia adalah Lev Yashin (Uni Soviet) pada 1963.

Lihat juga video 'Potret Penyelamatan Gemilang Courtois, Bawa Madrid Juara Liga Champions':

[Gambas:Video 20detik]



(rin/pur)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT