ADVERTISEMENT

Timnas Mesir Redup, Mo Salah Dicerca

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Selasa, 21 Jun 2022 09:20 WIB
25 March 2022, Egypt, Cairo: Egypts Mohamed Salah in action during the 2022 FIFA World Cup qualification (CAF) third round 1st leg soccer match between Egypt and Senegal at Cairo Stadium. Photo: Omar Zoheiry/dpa (Photo by Omar Zoheiry/picture alliance via Getty Images)
Mohamed Salah dicerna, tapi juga dibela karena timnas Mesir redup. (Foto: dpa/picture alliance via Getty I/picture alliance)
Kairo -

Pemain bintang Liverpool Mohamed Salah dikritik pedas karena dianggap belum cukup berkontribusi buat timnas Mesir. Meski begitu, Salah juga mendapat pembelaan.

Salah selama menjadi salah satu pemain Liverpool terpenting. Sebanyak 156 gol plus 63 assist disumbangkan Salah dalam lima musim untuk membantu the Reds memenangi masing-masing satu gelar Premier League, Piala FA, Piala Liga, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Sedangkan di level internasional Mohamed Salah telah mengemas 45 gol dalam 83 penampilan untuk timnas Mesir. Namun, pesepakbola berusia 30 tahun belum mampu mempersembahkan gelar juara bagi si Firaun dengan pencapaian terbaiknya berupa dua kali final Piala Afrika (2017, 2021) dan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

Mantan pelatih Mesir Hassan Shehata kecewa dengan kontribusi Mo Salah. Shehata, yang mengoleksi medali juara Piala Afrika tiga kali, mendesak Salah agar tampil jauh lebih baik buat negaranya.

"Kita semua tahu bahwa Salah itu salah satu pemain bintang sepakbola dunia dan bukan sekadar salah satu dari pemain bintang Mesir," ucap Shehata kepada Sada al-Balad, yang diwartakan Stats Perform. "Penghargaan-penghargaan yang dia terima dan gol-gol yang dia cetak memberi dia hak untuk menjadi bintang top."

"Tapi secara teknis, dan saya menyesal mengatakan hal ini, Salah tidak berkontribusi apapun dengan tim nasional. Dia seharusnya melakukan hal yang lebih baik daripada sekarang. Dia mestinya berkontribusi lebih banyak ketika dia bermain untuk negaranya."

Kritik pedas Shehata langsung ditepis oleh mantan Menteri Olahraga Mesir Khaled Abdul Aziz. Menurut dia, Mo Salah selama ini telah memberikan pengaruh yang sangat besar baik di dalam maupun luar lapangan.

"Mohamed Salah itu adalah salah satu kekuatan lembut yang mengembalikan kehidupan normal di Mesir setelah revolusi 30 Juni (2013)," cuit Aziz di akun Twitter-nya yang disertai dengan foto dirinya bersama mantan pemain Chelsea dan AS Roma itu.

"Dia itu duta global yang mengagumkan untuk negaranya dalam sebuah periode politik yang sulit dan memimpin tim nasional ke Piala Dunia setelah 28 tahun (2018). Dan meskipun liga sedang ditangguhkan (dan setelah kekerasan di stadion sehingga mengakibatkan korban nyawa pada 2015) dan kemudian liga yang terdiri atas dua grup, dia memimpin timnya ke final (Piala) Afrika 2017 setelah kita sama sekali gagal lolos tiga kali beruntun," lugas dia mengenai Mohamed Salah.

(rin/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT