Laga Liga Prancis Ini Setop Sejenak karena Laporan Adanya Gas Air Mata

ADVERTISEMENT

Laga Liga Prancis Ini Setop Sejenak karena Laporan Adanya Gas Air Mata

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Senin, 03 Okt 2022 02:00 WIB
Toulouses Japanese forward Ado Onaiwu (L) heads the ball next to Montpelliers French forward Axel Gueguin during the French L1 football match between Toulouse FC and Montpellier Herault SC at stadium TFC in Toulouse on October 2, 2022. (Photo by Lionel BONAVENTURE / AFP) (Photo by LIONEL BONAVENTURE/AFP via Getty Images)
Laga Toulouse vs Montpellier sempat dihentikan karena laporan adanya gas air mata. (Foto: AFP via Getty Images/LIONEL BONAVENTURE)
Jakarta -

Sebuah pertandingan di Liga Prancis antara Toulouse vs Montpellier harus dihentikan sejenak. Penyebabnya diduga ada gas air mata yang pecah di lapangan.

Partai Toulouse vs Montpellier dalam lanjutan Liga Prancis digelar di Stadium de Toulouse, Minggu (2/10/2022) malam WIB. Pertandingan berkesudahan 4-2 untuk kemenangan tuan rumah, berkat gol Stijn Spierings, Zakaria Aboukhlal, Fares Chaibi, dan Brecht Dejaeghere.

Montpellier sebenarnya unggul dulu melalui Nicolas Cozza, sebelum kemudian digelontor empat gol. Elye Wahi menipiskan selisih, namun Montpellier gagal memanfaatkan keunggulan pemain usai kartu merah Mikkel Desler untuk menyelamatkan poin.

Pertandingan ini sendiri sempat dihentikan sementara oleh wasit saat memasuki menit ke-57. Diduga sebuah gas air mata dilemparkan oleh suporter tandang ke arah suporter kandang.

Gas air mata tersebut terbawa ke lapangan dan terhirup oleh para pemain, yang seketika menutupi mata dan hidung. Wasit Jeremie Pignard langsung meminta para pemain untuk masuk ke ruang ganti.

Pertandingan kemudian baru dilanjutkan lagi saat gas dirasa sudah menguap dan lapangan dirasa aman.

Gas air mata saat ini tengah menjadi topik pembicaraan serius di Indonesia, setelah penggunaannya diduga memicu tragedi selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Insiden usai partai Liga 1 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan itu menewaskan setidaknya 125 suporter tuan rumah, dengan pertandingan tak dihadiri pendukung Persebaya.

Tragedi Kanjuruhan bermula ketika sekumpulan suporter merangsek masuk ke lapangan selepas peluit panjang. Pihak keamanan kemudian berupaya memukul mundur suporter ini, namun malah berujung memicu kericuhan lebih besar.

Penggunaan gas air mata, yang ditembakkan ke arah kerumunan di tribune, memulai kepanikan lebih besar. Akibatnya terjadi desak-desakan hingga jatuh korban karena terinjak-injak dan sesak napas.

(raw/krs)

ADVERTISEMENT