Portugal Lebih Berbahaya Tanpa Ronaldo

ADVERTISEMENT

Portugal Lebih Berbahaya Tanpa Ronaldo

Putra Rusdi K - Sepakbola
Rabu, 07 Des 2022 10:25 WIB
Doha -

Portugal lebih berbahaya saat tampil tanpa Cristiano Ronaldo. Goncalo Ramos yang dimainkan menggantikan peran Ronaldo bikin Portugal lebih cair.

Portugal membantai Swiss 6-1 pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Lusail Stadium, Rabu (7/12/2022) dini hari WIB. Pada laga ini, pelatih Portugal, Fernando Santos, memilih membangkucadangkan Cristiano Ronaldo.

Ia memasang Goncalo Ramos sebagai ujung tombak dalam formasi 4-3-3. Kabar yang beredar Santos membangkucadangkan Ronaldo akibat imbas dari tindakan CR7 ngambek usai diganti saat melawan Korea Selatan. Namun, Santos menegaskan kebijakannya ini murni karena strategi.

Keputusan Santos ini terbilang jitu. Ramos tampil gemilang dengan mencetak hat-trick di laga ini. Tiga gol Selecao das Quinas lainnya lahir dari Pepe, Raphael Guerreiro, dan Rafael Leao.

Swiss hanya bisa membalas melalui Manuel Akanji. Tak hanya bikin gol Ramos juga bikin assist untuk gol dari Guerreiro.

TOPSHOT - Portugal's forward #26 Goncalo Ramos scores his team's third goal during the Qatar 2022 World Cup round of 16 football match between Portugal and Switzerland at Lusail Stadium in Lusail, north of Doha on December 6, 2022. (Photo by Giuseppe CACACE / AFP) (Photo by GIUSEPPE CACACE/AFP via Getty Images)Goncalo Ramos kala bikin gol ke gawang Swiss (Photo by GIUSEPPE CACACE/AFP via Getty Images) Foto: AFP via Getty Images/GIUSEPPE CACACE

Ronaldo sendiri baru masuk di menit ke-74 menggantikan Ramos. CR7 cuma bikin satu tembakan yang bisa diblok pemain Swiss.

Tanpa Ronaldo permainan Portugal justru lebih berbahaya. Dikutip dari WhoScored, Portugal mampu bikin sembilan tembakan ke arah gawang dari 15 percobaan yang dilepaskan saat melawan Swiss.

Jumlah tembakan ke arah gawang tertinggi yang dibuat Portugal di Piala Dunia 2022. Hal ini juga diimbangi dengan efektivitas tinggi usai bikin enam gol.

Hal ini tak begitu ditunjukkan Portugal di fase grup kala Ronaldo selalu tampil sebagai starter. Pada laga melawan Ghana, Portugal hanya bikin lima tembakan ke arah gawang, saat menghadapi Uruguay lebih sedikit dengan tiga shoot on target. Sementara melawan Korea Selatan, Portugal bikin enam tembakan ke arah gawang.

Hadirnya Ramos di lini depan membuat Portugal bermain lebih cair. Ia tipe penyerang tak terlalu lama menahan bola. Menurut data WhoScored, penyerang 21 tahun ini hanya bikin 27 sentuhan dalam 74 menit di laga melawan Swiss.

Berbeda dengan Ronaldo yang kerap turun meminta bola dan sering berlama-lama menguasainya. Ronaldo membuat 34 sentuhan melawan Ghana lalu 51 sentuhan melawan Uruguay. Di laga menghadapi Korea Selatan, ia bikin 25 sentuhan meski hanya main selama 65 menit.

Dengan begitu efektifnya Portugal dengan Ramos apakah Ronaldo bakal kembali diparkir Santos?. Kita nantikan di babak 8 besar nanti kala Portugal jumpa Maroko.

(pur/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT