Pickford ke Prancis: Inggris Juga Menakutkan!

ADVERTISEMENT

Pickford ke Prancis: Inggris Juga Menakutkan!

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Kamis, 08 Des 2022 07:30 WIB
Englands Bukayo Saka, right, celebrates with Englands Phil Foden, left, and Englands Harry Kane after scoring his sides 3rd goal during the World Cup round of 16 soccer match between England and Senegal, at the Al Bayt Stadium in Al Khor, Qatar, Sunday, Dec. 4, 2022. (AP Photo/Ariel Schalit)
Inggris akan menghadapi Prancis di perempatfinal Piala Dunia 2022 (Foto: AP/Ariel Schalit)
Jakarta -

Kiper Inggris Jordan Pickford tak menampik Prancis akan jadi lawan berat di perempatfinal Piala Dunia 2022. Namun, Pickford menilai Inggris juga layak ditakuti!

Inggris dan Prancis akan saling berhadapan di perempatfinal Piala Dunia 2022. Duel Inggris vs Prancis akan digelar di Al Bayt Stadium, Al Khor, Minggu (11/12/2022) dini hari WIB.

Datang dengan status sebagai juara bertahan, Prancis digadang-gadang sebagai salah satu tim favorit di Piala Dunia 2022. Terakhir, Les Bleus mengalahkan Polandia 3-1 di babak 16 besar dengan Kylian Mbappe tampil sebagai bintang.

Sementara itu, Inggris sampai ke perempatfinal dengan menjadi tim paling produktif di Piala Dunia 2022. The Three Lions sudah menghasilkan 12 gol dalam empat pertandingan.

Pickford menilai Inggris punya lini serang yang menakutkan. Sudah lebih berpengalaman, Inggris diminta untuk tak menyia-nyiakan kesempatan mengalahkan Prancis di turnamen besar.

"(Prancis) juara bertahan, mereka punya Mbappe, pemain-pemain hebat lainnya. Mereka akan jadi lawan berat, turnamen sepakbola dan Anda mungkin tidak akan dapat kesempatan lagi untuk mengalahkan Prancis. Mengalahkan mereka di perempatfinal akan berarti sangat besar untuk tim ini," ujar Pickford seperti dilansir Mirror.

"Mereka juga seharusnya khawatir dengan kami juga, ancaman kami di lini serang dan kami punya pemain yang bisa masuk dari bangku cadangan."

"Kami punya pengalaman di Piala Dunia, Euro, kekecewaan-kekecewaan itu dan kami sudah melewatinya dan banyak belajar dari sana karena pertahanannya pada dasarnya sama dan kami melewatinya bersama-sama," katanya.

(nds/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT