sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 02 Sep 2020 23:10 WIB

Agen: Mateo Bustos Tinggalkan Persita Bukan karena Masalah Gaji

Muhammad Robbani - detikSport
Mateo Bustos Agen menegaskan Mateo Bustos tinggalkan Persita Tangerang bukan karena masalah gaji. (Foto: dok.Persita Tangerang)
Jakarta -

Agen Mateo Bustos, Bejo Sultoni, menegaskan bahwa pemainnya cabut dari Persita Tangerang murni karena alasan pandemi COVID-19. Jadi, bukan karena masalah gaji.

Persita mengumumkan cabutnya Bustos dari Persita melalui rilis resmi klub pada, Selasa (1/9/2020). Alasannya, karena masalah keluarga dan sulitnya ia terbang dari Argentina ke Indonesia.

Bejo Sultoni membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut bahwa istri Bustos juga baru melahirkan yang memberatkan buat sang pemain untuk bepergian lintas negara. Berbagai regulasi penerbangan di banyak negara karena situasi pandemi COVID-19 juga menjadi alasan lainnya Bustos tak bisa lanjut di Shopee Liga 1 2020.

"Tak ada masalah gaji karena aturan federasi (renegosiasi gaji 50 persen). Dia (Bustos) sebenarnya sangat ingin kembali, tapi dia kesulitan untuk bisa datang ke sini," kata Bejo kepada detikSport, Rabu (2/9).

Bustos menjadi pemain asing teranyar yang memutuskan tak melanjutkan kiprahnya di Shopee Liga 1 2020. Sebelumnya sudah ada Petteri Pennanen (Tira Persikabo), Rafael Gomes de Olivera alias Rafinha (Persela Lamongan), serta Jonathan Bauman dan Oh In-kyun (Arema FC).

Pemain-pemain di atas enggan melanjutkan kariernya di Indonesia karena tak setuju aturan gaji 50 persen yang ditetapkan PSSI. Khusus Bustos, agennya memastikan sang pemain bukan tak mau kembali karena alasan gaji.

Bejo mengatakan bahwa ia punya pemain asing lain di Persita Tangerang, PSS Sleman, hingga Borneo FC. Mereka adalah Yevhen Budnik, Eldar Hasanovic (Persita), Yevhen Bokhashvili (PSS Sleman), hingga Nuriddin Davronov (Borneo FC).

"Pemain saya yang di Persita dan di PSS buktinya mau melanjutkan main di sini. Mereka terima kok (dipotong gaji) karena mengerti dengan keadaan bahwa ini nggak cuma terjadi di Indonesia saja," ujar Bejo.

"Nuriddin juga dia dalam proses balik ke Borneo. Cuma, masih terkendala masalah visa karena aturan (masuk ke Indonesia) dalam kondisi seperti ini," tuturnya.

Ia tak memungkiri bahwa masalah gaji menjadi salah satu alasan pemain asing enggan melanjutkan kariernya di Indonesia. Apalagi beberapa pemain juga sudah mengakui hal tersebut.

Namun ia juga memastikan tak semua pemain asing meninggalkan Indonesia karena alasan itu. Contohnya adalah pemain-pemain yang ia bawa dan ditampung ke klub-klub Indonesia.

"Bisa jadi itu alasan pemain asing cabut. Tapi saya nggak mau komentari pemain (asing) dari agen lain ya," tuturnya.

"Setahu saya gaji di Persita baik-baik saja. Kalau nominalnya berapa, lebih baik ditanyakan ke klub saja. Karena saya tak berhak mengomentari itu," ucapnya menegaskan.

Selain Bustos, beberapa pemain juga meninggalkan Indonesia dengan alasan pandemi. Misalnya Sylvano Comvalius yang mengaku tak bisa kembali ke Indonesia karena enggan meninggalkan keluarganya di Belanda.

"Tak mudah buat keluarga saya (ke Indonesia) karena tak punya KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) Indonesia. Jadi mereka tak bisa ikut bersama saya ke Indonesia terkait aturan COVID-19," kata Comvalius kepada detikSport, Rabu (26/8/2020).

"Tak mungkin saya meninggalkan istri sendirian dengan kondisi harus merawat dua anak bayi," ujar Comvalius menegaskan.



Simak Video "Hadapi Persib Bandung, PSM Makassar Bawa 23 Pasukan"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com