sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 23 Sep 2020 20:05 WIB

Transfer Pemain Asing 'Dadakan' Buat Bos Persib Geleng-geleng Kepala

Yudha Maulana - detikSport
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana bersama Direktur PT PBB Teddy Tjahjono tinjau Stadion GBLA. Bos Persib Bandung, Teddy Tjahjono, heran ada bursa transfer dadakan di Shopee Liga 1. ( Foto: detikcom/Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Langkah PSSI yang membuka bursa transfer pemain membuat bos Persib Bandung Teddy Tjahjono geleng-geleng kepala. Apalagi, hal itu ditolak banyak klub.

Hasil voting manager meeting klub Shopee Liga 1 di Hotel Sheraton Kota Bandung, 21 September, seperti dianggap angin lalu. Delapan klub, termasuk Persib menolak regulasi tersebut. Sementara, tujuh klub lain setuju dan tiga klub lainnya bersikap netral.

"Ini berarti bahwa mayoritas klub menolak regulasi pendaftaran pemain asing di dalam meeting tersebut, dan PT LIB akan membawa hasil voting ini ke PSSI. Jadi PSSI seharusnya mendengar masukan dari mayoritas klub berdasarkan hasil voting," ucap Teddy saat dihubungi wartawan, Rabu (23/8/2020).

PSSI membuka jendela transfer bagi pemain asing telah dibuka sejak 21 September-18 Oktober, otoritas sepakbola tertinggi nasional itu mengaku telah mengantongi lampu hijau dari FIFA.

Walau begitu, ungkap Teddy, Persib tak akan mengajukan protes terkait langkah PSSI tersebut. "Kami tunggu respons dari LIB secara resmi atas hasil manager meeting kemarin. Saya berharap PSSI dan PT LIB mendengar mayoritas suara klub," katanya.

Sementara itu Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts melayangkan pernyataan yang lebih keras, terkait jendela transfer pada awal paruh musim pertama Shopee Liga 1.

"Skandal yang terang-terangan. Ini semuanya tidak logis, sekali lagi. Dari informasi yang saya dapat, ada tiga klub yang mencoba mengorganisir 'transfer window Eropa' dan tiga tim ini adalah tim yang mendapat pemain Brasil yang mana semua sudah tahu tentang mereka," ujar Robert dalam telekonferensi.

"Jadi tidak ada transparansi dan tidak ada yang tahu apa yang sedang terjadi. Ketika melakukan voting pada pertemuan terakhir di Bandung hari Senin lalu, ada 8 klub dari 18 tidak setuju (adanya penambahan pemain asing). 7 tim memilih setuju dan 3 tim netral. Di situasi logis dalam voting, ketika suara terbanyak memenangkan voting, maka seharusnya tidak ada transfer window (sebelum Liga 1 2020)," imbuhnya.

Bila jendela transfer ini dibuka sekarang, ujar Robert, maka dalam kurun waktu tiga bulan ke depan akan dilakukan transfer pemain kembali pada Desember mendatang.

"Dan ketika musim baru dimulai, yang belum tahu kapan dimulainya tahun depan, akan ada transfer window lagi (awal musim). Dalam kata lain, dalam kurun waktu tiga bulan dari sekarang akan ada dua transfer window di sepakbola Indonesia dan itu sangat tidak logis. Jika beberapa orang di Indonesia mendadak mengambil keputusan membuka transfer window yang mana mayoritas tidak setuju dengan itu saat voting, saya menyerahkan opini kepada semua orang untuk mempertanyakan apa yang sedang terjadi dalam hal pengambilan keputusan di sepakbola Indonesia," kata pelatih Persib asal Belanda itu.



Simak Video "Hadapi Persib Bandung, PSM Makassar Bawa 23 Pasukan"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com