PSSI Mau Hadirkan Penonton di Liga 1, BNPB Ingatkan Lonjakan COVID-19 India

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 25 Mei 2021 18:30 WIB
Logo PSSI
PSSI Mau Hadirkan Penonton di Liga 1, BNPB Ingatkan Lonjakan COVID-19 India (Hasan Al Habshy/detikSport)
Jakarta -

Rencana PSSI menghadirkan penonton di Liga 1 2021 belum bisa terlaksana. Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) ingatkan kasus lonjakan COVID-19 India.

Bencana COVID-19 di India dimulai dari pelonggaran terhadap protokol yang ditetapkan Pemerintah India. Menteri Kesehatan India Harshvardhan pada awal Maret lalu sempat memproklamirkan diri bahwa negaranya sudah menang melawan COVID-19.

Memang di sana sempat ada penurunan kasus harian yang cuma mencapai 11 ribuan saja sejak pertengahan Februari lalu. Hal itu tak lepas dari keseriusan pemerintah dalam memberantas COVID-19 setelah melakukan tes hingga tracing secara masif.

Dengan alasan itu pula Harsh Vardhan saat itu berani mengumumkan bahwa India sudah menang atas virus corona. Banyak sektor yang dilonggarkan seperti sedia kala.
Termasuk pertandingan kriket, olahraga paling populer di India. Pertandingan India melawan Inggris misalnya pada 12 Maret yang menghadirkan penonton lagi.

Pelonggaran yang dilakukan Pemerintah India menjadi awal mula bencana. Indonesia diharapkan tak mengulang kesalahan yang sama, termasuk menghadirkan penonton lagi di pertandingan sepakbola.

"Kompetisi yang lalu tanpa penonton itu (mengacu ke Piala Menpora 2021) itu yang akan kami coba dulu, mungkin evaluasi lagi di tahap-tahapan berikutnya," kata Deputi II Bid. Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Harmensyah.

"Tidak menutup kemungkinan adanya penonton, tapi tetap dalam prokes yang ketat, sehingga penularan COVID-19 itu tidak terjadi sebagaimana yang ada di negara lain. Kita tidak mau seperti India, karena pertandingan Timnas kriket melawan Inggris itu menyebabkan dari kenaikan kasus dari 150 ribuan kasus menjadi 3,5 juta," ujarnya.

Teranyar, bencana COVID-19 di India memakan banyak korban. Bukan lagi kasus harian yang melambung tinggi, tetapi korban jiwa ikut mencapai ratusan ribu.

Dalam berbagai laporan, disebutkan bahwa kematian di sana mencapai tiga ratusan ribu orang per 24 Mei. Ada juga COVID-19 varian B 1617 yang disebut bermutasi di India dan lebih berbahaya.

BNPB meminta kepada PSSI untuk memikirkan lagi secara matang-matang soal menghadirkan penonton. Apa yang terjadi di India jangan sampai terulang di Indonesia.

"Jadi kami imbau semua, semua yang terlibat termasuk para fansnya, itu juga kita harapkan melakukan kepatuhan terhadap protes ini," tutur Harmensyah.

"Itu saja yang dapat kami sampaikan, semoga nanti rekomendasi dalam waktu singkat ini kami keluarkan. Soal izin nantinya dari Polri bisa untuk penyelenggaraan," ucapnya.

(aff/rin)