Mimpi Crazy Rich Malang Bawa Arema FC Juara

Afif Farhan - Sepakbola
Rabu, 09 Jun 2021 18:25 WIB
CEO Arema FC, Iwan Budianto (kiri) bersama Presiden Klub Arema FC, Gilang Widya Pramana
Foto: CEO Arema FC, Iwan Budianto (kiri) bersama Presiden Klub Arema FC, Gilang Widya Pramana (Istimewa)
Jakarta -

Gilang Widya Pramana resmi menjabat sebagai Presiden Arema FC. Crazy Rich Malang tersebut berharap bisa membawa Arema FC juara Liga 1.

"Dewan direksi memutuskan mengangkat Mas Gilang (Gilang Widya Pramana), sebagai presiden klub baru Arema untuk tiga tahun ke depan," kata CEO Arema FC, Iwan Budianto kepada wartawan, Senin (7/6/2021) kemarin.

Menurut Iwan Budianto, penunjukkan Gilang Widya Pramana sebagai presiden baru, ini juga lantaran Crazy Rich Malang tersebut juga telah membeli saham sebagian dari Arema FC.

Lewat Instagram pribadinya, juragan_99, Gilang Widya Pramana mem-posting soal mimpinya kepada Arema FC. Dia berharap, bisa membawa Arema FC juara Liga 1.

"Semua itu dimulai dari mimpi, seperti aku mimpi suatu saat bisa jadi salah satu pemilik dan berkontribusi untuk Arema akhirnya jadi kenyataan ditunjukkan sebagai Presiden Club Arema!" tulisnya

"Begitu juga Arema sekarang, saya target tinggi musim ini dan harus punya mimpi besar yaitu Juara!!" sambungnya.

Namun Crazy Rich Malang itu juga menekankan, bahwa tidak mudah untuk mewujudkan mimpi tersebut. Dia butuh kerja sama seluruh tim dan strategi yang baik.

"Doakan aku di Arema bisa bawa perubahan ke arah yg lebih baik dan tentunya bisa membawa Arema berprestasi," tuturnya.

[Gambas:Instagram]




Gilang Widya Pramana juga sebelumnya lewat Instagram mem-posting banyak hal soal Arema FC. Dari pembinaan pemain muda, pembelian pemain asing, sampai kebebasan pelatih meracik strategi.

"Pemain muda binaan Arema banyak kok yang bagus. Mereka punya kecepatan dan semangat juang yang tinggi," tulis Gilang menjawab pertanyaan soal pengembangan pemain lokal.

"100% Tanpa intervensi manajemen, biarkan coach Eduardo Almeiida meracik dan mempersiapkan team terbaik Arema tahun ini," tulisnya mengenai kebebasan pelatih.

(aff/krs)