Pelatih Ansan Greeners Pasang Badan Usai Asnawi Gagal Penalti

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 27 Jul 2021 19:23 WIB
asnawi mangkualam ansan greeners
Asnawi Mangkualam dibela pelatih Ansan Greeners usai gagal penalti. (Foto: Instagram @asnawi_bhr)
Jakarta -

Asnawi Mangkualam dibela Kim Gil-sik setelah gagal mengeksekusi penalti di K League 2. Pelatih Ansan Greeners itu menyebut kegagalan sebagai tanggung jawabnya.

Ansan kalah 0-1 dari tamunya Gimcheon Sangmu, di Stadion Ansan Wa, Sabtu (24/7/2021). Pada pengujung laga, Ansan berpeluang memaksa hasil imbang 1-1 karena mendapat hadiah penalti.

Pemain yang ditunjuk untuk mengeksekusi penalti adalah Asnawi. Eks PSM Makassar itu sebenarnya sukses mencetak gol, tetapi tak disahkan wasit lantaran rekannya Anderson Cardoso Campos masuk ke kotak penalti sebelum penalti dieksekusi.

Saat tendangan 12 pas diulang, tendangan Asnawi melambung tinggi. Ansan pun gagal menyamakan kedudukan dan menyerah 0-1 dari Gimcheon Sangmu.

"Itu adalah pilihan saya dan menjadi tanggung jawab saya. Saya sebenarnya mau memberikan kesempatan kepada Asnawi untuk mencetak gol debut. Dia bisa menjadi pemain yang berkembang cepat jika berhasil mencetak gol (debut)," kata Kim Gil-sik, dikutip dari mbcsportsplus.

"Tak ada yang perlu disesali. Itu bukan laga terakhir yang akan dimainkan Asnawi. Masih ada sisa 14 laga lagi di musim 2021 ini. Saya harap Asnawi tetap kuat," ujarnya berharap.

Kegagalan penalti Asnawi itu sendiri menjadi sorotan di kalangan pecinta sepakbola Indonesia. Tak sedikit yang melakukan perundungan ke Anderson Cardoso Campos karena dianggap sebagai biang kegagalan Asnawi mencetak gol debut.

Asnawi merespons cepat hal itu dengan meminta kepada netizen Indonesia untuk tak merusak pertemanannya dengan pemain asal Brasil tersebut.

Terlepas dari hal itu, Kim Gil-sik menegaskan bahwa Asnawi adalah figur penting di Ansan Greeners. Mereka berdua sering berdiskusi demi kemajuan bersama.

"Saya bicara dengannya dan menanyakan cuaca di Korea. Dia bilang mirip seperti di Indonesia. Dia pemain yang kuat dengan cuaca panas. Dia tak cuma dicintai di Indonesia, tetapi juga di Korea. Semoga Asnawi bisa memenuhi ekspektasi banyak orang," tutur Kim Gil-sik.

"Dia akan menjadi pemain yang lebih baik jika bisa mengurangi melakukan pelanggaran dan bertahan lebih baik. Dia adalah pemain yang selalu berkembang di setiap pertandingan," ucapnya.

(cas/ran)