Liga 1: Indikator Kesuksesan 3 Laga Awal Penentu Nasib Kompetisi

Muhammad Robbani - Sepakbola
Jumat, 27 Agu 2021 18:40 WIB
Logo Liga 1, Logo Bri Liga 1, BRI Liga 1
Indikator Kesuksesan Tiga Laga Uji Coba Liga 1 2021 Versi Pemerintah (Foto dok Istimewa)
Jakarta -

Pemerintah mengizinkan tiga pertandingan untuk uji coba protokol kesehatan ketat, yang akan menentukan nasib kompetisi Liga 1 2021. Ada beberapa indikator yang ditetapkan sebagai tanda kesuksesan.

Ketentuan tiga laga uji coba ini ditetapkan setelah PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar rapat virtual dengan Koordinator PPKM Luhut Binsar Pandjaitan pada 20 Agustus lalu. Pemerintah mau memastikan prokes ketat harus benar-benar dilaksanakan.

Pemerintah tak mau sepakbola menjadi klaster penyebaran COVID-19. Karena saat ini pemerintah masih berusaha mengendalikan laju penyebaran COVID-19 yang saat ini masih relatif tinggi.

Kesuksesan penerapan prokes di tiga laga uji coba ini akan menentukan nasib Liga 1 selama semusim ke depan. Liga 1 akan dimulai dengan laga pembuka yang mempertemukan Bali United melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada, Jumat (27/8/2021).

Lalu Persipura Jayapura melawan Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/8). Terakhir, ada Bhayangkara FC versus Persiraja Banda Aceh di Indomilk Arena, Tangerang pada, Minggu, (29/9).

Setelah menggelar rapat dengan PSSI dan PT LIB, Luhut pun memberikan keterangan pers pada malam harinya. Salah satu bahasannya adalah prokes ketat di Liga 1.

Berikut indikator kesuksesan prokes di tiga laga awal Liga 1:

1. Dalam pelaksanaan PPKM ke depan, Pemerintah akan melakukan uji coba protokol kesehatan pada pertandingan Sepakbola Liga 1 yang akan dilakukan pada tanggal 27-29 Agustus 2021. Pertandingan akan dilakukan di provinsi DKI Jakarta tanpa penonton dengan maksimal 3 pertandingan. Sama halnya dengan pusat perbelanjaan, mall dan industri, Protokol Kesehatan yang ketat akan diterapkan dan Penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi juga akan digunakan.

2. Terkait dengan pelaksanaan pembukaan Liga 1 ini, Saya minta para suporter untuk tidak datang ke stadion atau melakukan aktivitas nonton bareng. Mari kita mendukung klub masing-masing dan menikmati jalannya pertandingan dari rumah saja.

Membedah 2 poin ketentuan pemerintah:

Mari bedah 2 poin instruksi dari pemerintah. Aplikasi PeduliLindungi menjadi syarat wajib buat semua peserta Liga 1; mulai dari pemain, pelatih, dan semua anggota tim.

Di aplikasi buatan pemerintah tersebut, data setiap individu terkait vaksinasi tercatat di sana. Adapun PSSI, PT LIB, hingga pemerintah mewajibkan semua peserta untuk menjalani vaksinasi sebanyak 2 dosis.

Dalam penerapannya, aplikasi PeduliLindungi ini digunakan untuk semua orang yang masuk ke stadion. Sebelum masuk stadion, semua orang wajib melakukan pemindaian akun PeduliLindungi mereka di pintu masuk.

"Pemindaian ini dilakukan untuk mendata ada berapa orang yang masuk ke area stadion," kata Abdul Majid, salah satu wartawan olahraga yang datang ke SUGBK pada H-1 sebelum pertandingan perdana.

Adapun regulasi Liga 1 2021 menyebutkan bahwa sebuah stadion hanya boleh didatangi oleh maksimal 299 orang. Jumlah itu terdiri dari semua anggota tim, tim medis, broadcaster, aparat pengaman, hingga jurnalis.

Di luar ketetapan pemerintah via Luhut, Polri juga mewajibkan semua peserta menjalani PCR Swab test. Aturan ini ditetapkan untuk memastikan semua orang yang terlibat di pertandingan benar-benar bebas dari COVID-19.

Jika seorang pemain atau peserta lainnya kedapatan positif COVID-19, orang tersebut dilarang terlibat ke dalam pertandingan.

"Jika ada pemain dan/atau ofisial yang tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam pertandingan karena kasus COVID-19 yang terkonfirmasi oleh Satgas COVID-19. Klub
diminta untuk mendatangkan bila ada pemain standby di kota domisili/lainnya yang telah terdaftar dari 35 pemain yang didaftarkan pemain/ofisial tersebut untuk memastikan bahwa pelaksanaan Pertandingan tetap dapat dijalankan sesuai jadwal. (Prosedur pengesahan pemain tetap sama)," tulis pasal 52 dalam regulasi Liga 1 2021.

Sementara poin syarat kedua dari pemerintah adalah melarang terjadinya kerumunan. Tak boleh ada penonton yang datang atau mendekati stadion.

Jangankan itu, suporter juga dilarang menggelar kegiatan nonton bareng (nobar). Kerumunan nobar bagi pemerintah juga merupakan bagian dari digelarnya Liga 1.

Jika ada kerumunan, baik itu datang atau mendekat ke stadion hingga kegiatan nobar, hal itu bisa membuat pemerintah mempertimbangkan ulang izin Liga 1. Sebaliknya, jika tiga laga perdana berjalan mulus, Liga 1 bisa mendapat restu untuk berjalan selama semusim hingga akhir.

(aff/krs)