Striker Persib Cuma Sekali Vaksin COVID-19, PT LIB Wajibkan 2 Dosis

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 01 Sep 2021 17:20 WIB
Penyerang baru Persib Bandung Geoffrey Castillion
Striker Persib Bandung Geoffrey Castilion dituntut vaksin 2 kali kendati disuntik vaksin dosis tunggal. (Foto: Yudha Maulana/detikSport)
Jakarta -

Striker Persib Bandung Geoffrey Castillion cuma melakukan vaksinasi COVID-19 satu kali jenis Johnson & Johnson. Tapi, ia tetap diwajibkan untuk dua kali vaksin.

Berbeda dari kebanyakan jenis vaksin, Johnson & Johnson cuma diberikan satu kali alias single dose. Di satu sisi, tak ada toleransi terhadap protokol kesehatan ketat di Liga 1 2021.

Sesuai ketentuan dari pemerintah, semua peserta baik itu pemain, pelatih, dan semua anggota tim wajib dua kali vaksin. PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk saat ini masih mewajibkan aturan ini, termasuk ke Geoffrey Castillion.

"Vaksin mutlak harus sudah dua kali dan tidak bisa ditawar. Tidak ada pengecualian karena pada saat belum vaksin tidak masuk ke sistem dan tidak bisa masuk ke area kami tentukan," kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita saat memberikan keterangan virtual, Selasa (31/8/2021).

Jika penyerang asal Belanda itu tak melakukan vaksin dosis kedua, maka ia tak akan bisa bermain. Terdekat Persib Bandung akan bertanding melawan Barito Putera, Sabtu (4/9).

Tapi PT LIB juga tak menutup kemungkinan Geoffrey Castillion untuk merumput meski pada akhirnya tak melakukan vaksinasi kedua. Operator kompetisi akan berkonsultasi dengan pemerintah soal ini yang juga dialami beberapa pemain asing lainnya.

Adapun pendataan vaksinasi peserta Liga 1 dilakukan lewat aplikasi PeduliLindungi. Berbeda dengan pemain lokal, pendataan vaksin pemain asing dilakukan dengan cara manual.

"Kami terus berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan, karena memang vaksin ini banyak jenisnya. Kalau Johnson satu kali, sementara ini harus dua kali. Sementara kan banyak jenis vaksin," tutur Direktur Operasional PT LIB Sudjarno.

"Pemain asing itu menggunakan paspor, sementara PeduliLindungi pakai NIK. Jika begitu, kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan melakukan pemeriksaan manual dengan bukti berupa paspor dan dokumen terkait," ucapnya.



Simak Video "Kala Bobotoh Kepung Kantor Persib, Buntut Performa Buruk"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/krs)