Febri Hariyadi Dikritik Fans, Pelatih Persib Pasang Badan

Yudha Maulana - Sepakbola
Rabu, 15 Sep 2021 06:25 WIB
pemain Persib Bandung, Febri Hariyadi
Febri Haryadi dikritik fans (Mochamad Solehudin/detikSport)
Bandung -

Penampilan Gelandang Persib Bandung Febri Hariyadi mendapatkan kritikan dari bobotoh di media sosial. Sang pelatih, Robert Alberts pun pasang badan untuk membela penggawanya tersebut.

Kritikan itu tak lepas dari performa Febri Hariyadi di dua laga perdana yang dilakoni Persib Bandung di ajang BRI Liga 1 2021. Fans menilai aksi Febri melempem saat menusuk pertahanan lawan, mereka pun meminta Persib menurunkan Erwin Ramdani dalam laga akbar Persib kontra Bali United nanti.

Robert mengatakan, merupakan hal yang wajar jika pesepakbola di Indonesia belum bisa menampilkan performa terbaiknya. Pasalnya, para pemain baru kembali berlaga setelah 1,5 tahun vakum di ajang kompetitif.

"Saya rasa orang-orang harus mengerti, itu yang pertama. Pemain tidak bermain di sepakbola kompetitif selama 1,5 tahun. Febri adalah pemain yang sangat profesional saat bermain, apa yang dia lakukan sekarang berlari, mencoba menemukan permainan terbaiknya," kata Robert dalam konferensi pers virtual, Selasa (14/9/2021).

Walau begitu, Robert mengaku Febri masih butuh beberapa pertandingan lagi untuk menemukan permainan terbaiknya. Ia tetap optimistis, jebolan Diklat Persib itu masih bisa berkembang lebih jauh lagi.

"Dia masih butuh beberapa pertandingan dan dia mempunyai kualitas. Dia adalah aset di tim dan saya rasa dia cepat atau lambat akan menunjukkan kualitas yang sebenarnya lagi," kata Robert.

Berdasarkan catatan dari soccerway, sejak musim 2016 Febri Hariyadi telah mengantongi 14 gol dari 72 penampilannya bersama Persib. Musim terbaiknya pada tahun 2019, yang dimana ia membukukan sembilan gol dari 28 pertandingan.

Tak hanya soal Febri, Robert juga mengatakan kondisi yang sama juga menimpa semua tim di Liga 1 2021. Persiapan yang mepet, dikatakan Robert membuat pertandingan pada laga-laga perdana ibarat menjadi pemanasan menuju performa puncak.

"Kalian bisa lihat liga baru benar-benar dimulai setelah memainkan 5-6 pertandingan. Contohnya jika kalian melihat Liga Inggris musim lalu, saat setelah dihentikan karena pandemi dan digelar di stadion yang kosong, bisa dilihat banyak klub yang belum siap," kata Robert.

"Kini kami tidak main selama 1,5 tahun dan tidak melakukan persiapan dengan baik. Jadi kami butuh 5-6 laga untuk bisa mencapai standar permainan untuk bermain di liga, klub-klub masih perlu beberapa pertandingan untuk bisa merasakan lagi feeling ketika berada di lapangan seperti dua tahun lalu. Jadi berikan waktu 5-6 pertandingan, atau 3-4 laga lagi untuk melihat kekuatan tim yang sebenarnya dan melihat nilai dari liga yang sebenarnya lagi," pungkas Robert.

(yum/aff)