Suporter Bakal Boleh Nonton di Stadion, Bomber: Tambah Semangat Pemain

Yudha Maulana - Sepakbola
Senin, 11 Okt 2021 21:38 WIB
Ribuan pasang mata menyaksikan pertandingan Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat.
Suporter akan diperbolehkan ke stadion, pendukung Persib Bandung antusias. (Foto: detikcom/Wisma Putra)
Bandung -

Ketua Umum Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) Asep Abdul menyambut baik rencana dibolehkannya lagi suporter ke stadion. Dikatakan Asep, hal itu membuat dukungan suporter lebih teralihkan kepada tim yang berlaga.

"Kami menyambut, pada intinya sebuah tim harus didukung langsung oleh suporter sehingga menambah semangat pada pemain," kata Asep saat dihubungi detikSport, Senin (11/10/2021).

Menurut Asep selama satu tahun setengah Bobotoh hanya bisa menyaksikan sepakbola, khususnya Persib Bandung, dari layar kaca karena larangan hadirnya penonton di stadion. Asep nonton di televisi kurang greget bagi suporter fanatik sepertinya.

"Enggak ada kegiatan kalau nonton di Bandung mah, kalau nonton langsung ada emosional," ujar Asep.

Sebelumnya, Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Panjaitan memberikan lampu hijau laga sepakbola di Indonesia bisa disaksikan penonton lagi di stadion.

Hal itu iu ungkapkan pada hari Senin (11/10/2021). Luhut menilai kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia sudah membaik. Oleh karena itu pemerintah pun sudah terbuka ajang-ajang olahraga bisa disaksikan penonton lagi, termasuk sepakbola.

"Begitu juga dengan sepakbola. Presiden (Joko Widodo) minta evaluasi, dan nanti akan kita evaluasi. Nanti kita umumkan mungkin nanti akan ada penonton," ujarnya.

Hanya saja pemerintah tak langsung mengizinkan pertandingan sepakbola langsung bisa disaksikan penonton secara penuh. Pemerintah akan melakukan evaluasi bertahap.

Untuk langkah awal, pemerintah baru mengizinkan penonton hadir di stadion di bawah kapasitas stadion. Kalau bisa berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin jumlah kehadiran yang lebih besar akan diizinkan di kemudian hari.

"Penonton 30 persen di beberapa kota yang levelnya sudah memungkinkan. Itu dengan persyaratan misalnya PCR untuk pemain dan official, dan penonton mungkin di-antigen. Segera kami putuskan dan umumkan," ucap Luhut.

(yum/cas)