PT LIB Targetkan Suporter Bisa Datang ke Stadion Mulai Awal 2022

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 13 Okt 2021 14:30 WIB
Bonek berdatangan ke Stadion Gelora Delta Sidoarjo untuk menonton langsung laga Final Piala Gubernur Jatim. Mereka datang dengan membawa atribut Persebaya.
Ilustrasi suporter (Foto: Rachman Haryanto/detikSport)
Jakarta -

PT Liga Indonesia Baru (LIB) menargetkan kehadiran penonton di stadion sudah bisa terlaksana pada awal 2022. Saat ini masih dilakukan kajian bersama PSSI.

Lampu hijau kehadiran penonton dari pemerintah tak serta-merta membuat Liga 1 dan Liga 2 2021 akan langsung ramai lagi. Butuh persiapan panjang menuju ke sana.

PT LIB tak mau gegabah dengan cepat-cepat menghadirkan penonton. Untuk saat ini, PT LIB maupun PSSI merasa belum siap untuk menghadirkan penonton di stadion lagi.

Teranyar, PSSI dan PT LIB baru saja menggelar pertemuan. Bertempat di kantor PSSI, pembahasan Liga 1 dan Liga 2 hingga suporter datang ke stadion adalah hal-hal yang menjadi bahasan.

Terdekat, Liga 1 akan segera dimulai lagi setelah rehat selama kurang lebih dua pekan. Seri 2 Liga 1 akan dilanjutkan di klaster Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta.

"Seri 2 Liga 1 sepertinya belum, karena sekarang kajiannya juga belum selesai. Kalau sudah baru nanti kami propose ke pemerintah dulu," kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita kepada detikSport, soal rancangan kehadiran penonton lagi ke stadion.

"Target sih awal tahun depan. Perangkat kita belum siap. Karena kan butuh petugas-petugas juga yang mengatur tempat duduk penonton, itu salah satunya. Harus bikin protap baru, itu harus kuat," ujarnya menambahkan.

Mengacu ke jadwal Liga 1, awal tahun 2022 itu sudah masuk pertengahan putaran kedua kompetisi. Kira-kira Liga 1 sudah memasuki Seri 5.

Masih menurut jadwal, Liga 1 akan berlangsung selama delapan bulan. Untuk musim ini, Liga 1 ditargetkan selesai pada Maret 2022.

"Iya sepertinya itu dua seri terakhir (Seri 5 dan 6). Tapi tergantung pemerintah juga, kan misalnya punya pertimbangan lain soal tanggal, tempat, jumlahnya berapa. Itu tergantung koordinasi pemerintah," tutur Lukita.

"Sebelumnya kami dan pemerintah sudah beberapa kali komunikasi, kalau penonton hadir harus lihat dari mana saja. PSSI dan LIB juga komunikasi dengan Kemenko soal penonton," ucapnya.

(aff/krs)