Bupati Sleman Turun Tangan Selesaikan Konflik Suporter vs Manajemen PSS

Jauh Hari Wawan S - Sepakbola
Jumat, 15 Okt 2021 15:17 WIB
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, turun tangan menyelesaikan konflik manajemen dan suporter PSS Sleman. (Foto: Dokumen Pemkab Sleman)
Sleman -

Ratusan suporter PSS Sleman mendatangani Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (14/10) malam. Mereka mengadu ke Bupati Sleman terkait permasalahan dengan manajemen Super Elja.

Kekecewaan suporter terhadap manajemen berawal dari rangkaian sejumlah hasil takbagus yang didapatkan PSS di seri pertama BRI Liga 1. Ditambah sejumlah keputusan kontroversial dalam sejumlah laga serta rencana pemindahan homebase yang membuat suporter mulai melancarkan kritik dan aksi keras.

Kemarahan makin memuncak saat pihak manajemen tidak kunjung memberikan jawaban yang memuaskan para suporter. Merasa jalan buntu, para suporter memilih mengadu ke Bupati Kustini Sri Purnomo dan meminta turun tangan dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam pertemuannya dengan Kustini, Kamis (14/10) malam., suporter meminta untuk menghubungi pemegang saham PT PSS. Permintaan itu agar segera manajemen mengabulkan sejumlah tuntutan suporter.

"Kami meminta ibu Bupati membantu kami, karena PSS sudah tidak seperti dulu lagi. Jangan sampai PSS menjadi milik salah satu orang sehingga bisa seenaknya sendiri dan mengabaikan aspirasi dari suporter," kata salah seorang perwakilan suporter yang tidak mau disebut namanya.

Sementara itu, Kustini akan mengirim surat resmi pada pihak pemegang saham mayoritas untuk meminta penjelasan terkait situasi yang terjadi saat ini.

"Segera besok (hari ini, red) akan saya akan kirim surat resmi dari Pemkab Sleman ke dua pemegang saham mayoritas. Saya juga merasa kehilangan kalau PSS belum kembali, karena saya juga bagian dari Sleman Fans," kata Kustini dalam keterangannya, Jumat (15/10/2021).

Kustini menegaskan jika PSS adalah milik seluruh masyarakat Sleman. PSS mempunyai makna besar bagi masyarakat dan Kabupaten Sleman, sehingga semua pihak harus bersama-sama saling menjaga.

"PSS adalah milik kita bersama, punyanya warga Sleman. Oleh karena itu saya tidak akan melepas kalau PSS dibawa ke luar Sleman. Kita sebagai warga Sleman harus tetap mempertahankan," kata dia menegaskan.

Dilanjutkan Kustini, pihaknya meminta pihak suporter juga bersabar dan mampu menahan diri untuk melakukan kegiatan yang berkerumun.

"Meskipun kasus (COVID-19) di Sleman landai, tapi jangan sampai lengah. Kita semua harus hati-hati, apalagi kalau sampai berkerumun seperti malam ini. Jangan sampai karena kekecewaan kita, justru membuat klaster baru," kata Kustini menyudahi.

(cas/rin)