ADVERTISEMENT

PSSI (Lebih) Hati-hati Naturalisasi

Tim - Sepakbola
Senin, 22 Nov 2021 12:05 WIB
Logo PSSI
PSSI (Lebih) Hati-hati Naturalisasi (Foto: Hasan Al Habshy/detikSport)
Jakarta -

Naturalisasi bukan barang baru di sepakbola Indonesia. Kini, PSSI mau lebih hati-hati melakukannya supaya tidak berujung jadi masalah dan dapat tepat sasaran!

Satu dekade terakhir, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) banjir naturalisasi. Sebut saja nama-nama seperti Cristian Gonzalez, sampai Victor Igbonefo. Tentu harapannya, mereka yang sudah disumpah dapat menjadi andalan di tim nasional (timnas).

Kini, PSSI lebih berhati-hati melakukan naturalisasi. Setelah, apa yang terjadi pada Marc Klok!

Marc Klok belum bisa memperkuat Timnas Indonesia meski sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sejak November 2020. Ia terbentur persyaratan dari FIFA yakni dokumen bukti sebagai keturunan orang Indonesia.

Singkatnya, Marc Klok tak bisa membuktikan diri sebagai orang keturunan yang menjadi prasyarat dari FIFA bagi seseorang untuk pindah asosiasi. Sedangkan status WNI-nya didapat melalui proses naturalisasi istimewa karena untuk kepentingan negara, yakni membela Timnas Indonesia.

Marc KlokMarc Klok (Dok. Persija)

Beberapa syarat naturalisasi pemain dari FIFA adalah pemain lahir di negara bersangkutan, salah satu orang tua kandung pemain dari negara bersangkutan, kakek atau nenek sang pemain dari negara bersangkutan, dan sang pemain telah menetap di negara bersangkutan selama lima tahun, terhitung saat usianya mencapai 18 tahun.

Apa yang terjadi dengan Marc Klok, membuat PSSI harus lebih berhati-hati mengecek para calon pemain yang akan dinaturalisasi!

Saat ini, setidaknya ada empat pemain dari luar negeri yang mengaku sebagai keturunan Indonesia. Mereka adalah Sandy Walsh, Jordy Amat, Mees Hilgers, dan Kevin Diks.

Diketahui PSSI sudah mulai menjalin komunikasi dengan para pemain itu. PSSI juga berhati-hati menaturalisasi pemain agar kasus Marc Klok tak terulang.

"PSSI bergerak cepat memproses naturalisasi pemain yang punya darah Indonesia. Kami harus hati-hati melakukan hal tersebut, karena yang utama harus ada rekomendasi dari pelatih Shin Tae-yong," kata Sekjen PSSI Yunus Nusi dikutip dari laman federasi.

"PSSI juga mengecek dokumen para pemain ini apakah benar punya darah Indonesia. Karena bila dokumen tidak ada atau tidak diakui FIFA bisa saja kasus Marc Klok terulang. Saat itu dia tidak bisa membuktikan bahwa dirinya keturunan Indonesia," lanjutnya.

(Halaman selanjutnya, Menpora ingatkan soal naturalisasi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT