Komdis PSSI Hukum 10 Pelaku Kericuhan Bhayangkara U-18 Vs Persebaya U-18

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 25 Nov 2021 20:40 WIB
Logo PSSI
Komdis PSSI menghukum pelaku kerusuhan Bhayangkara FC U-18 vs Persebaya Surabaya U-18. ((Foto: detikcom/Hasan Al Habshy)
Jakarta -

Komdis PSSI menjatuhkan sanksi, termasuk putra Jacksen F. Tiago, untuk kericuhan yang terjadi pada akhir laga Bhayangkara FC U-18 dan Persebaya Surabaya U-18.

Laga Elite Pro Academy (EPA) U-18 yang berlangsung di Lapangan Sabilulungan, Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada 28 Oktober itu berakhir ricuh. Sejumlah pemain Bhayangkara U-18 mengejar wasit.

Dalam video yang beredar, wasit nampak dianiaya oleh sejumlah pemain dan ofisial Bhayangkara. Laga itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Persebaya U-18.

Tapi laga tak berakhir dengan tenang. Pemain-pemain Bhayangkara U-18 nampak tidak terima dengan kepemimpinan wasit di laga tersebut.

Komdis PSSI dalam rilis terbarunya mengumumkan 31 kasus yang diputuskan melanggar kode disiplin PSSI. 10 di antaranya merupakan orang-orang yang terlibat dalam kericuhan Bhayangkara U-18 Vs Persebaya U-18.

Hukuman terberat dijatuhkan buat duo Bhayangkara U-18 yakni Dzakwan Husam Sulaiman dan Hugo Samir (putra Jacksen F. Tiago). Mereka berdua divonis larangan Larangan bermain 12 Bulan dan Denda Rp 5 juta atas keterlibatan dalam keributan itu.

Ada juga Muji (kitman) yang ikut kena sanksi berat. Ia dihukum larangan mendampingi tim dan memasuki stadion selama 12 bulan serta Denda Rp. 5 juta.

Sementara 7 kasus lainnya dari keributan di laga yang sama mendapat sanksi bervariasi. Ada yang dilarang bermain 1 pertandingan, 2 pertandingan, dan teguran keras.

Sedangkan 21 kasus lainnya terjadi pada gelaran BRI Liga 1 dan Liga 2 2021. Salah satunya sanksi larangan bermain 12 bulan buat pemain Persipura Jayapura Todd Rivaldo Ferre karena protes berlebihan, berkata tak pantas, dan pemukulan terhadap wasit.



Simak Video "Diajak Ngopi Iwan Bule, Bintang Emon: Kaget Tapi Lets Go!"
[Gambas:Video 20detik]