ADVERTISEMENT

PSSI Targetkan Naturalisasi Sandy Walsh Cs Beres Tahun Depan

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 30 Nov 2021 23:30 WIB
Anggota exco PSSI, Hasani Abdulgani
Anggota exco PSSI, Hasani Abdulgani (Muhammad Robbani/detikSport)
Jakarta -

PSSI menargetkan naturalisasi empat pemain beres pada awal tahun depan. Sandy Walsh, Jordy Amat, Mees Hilgers, dan Kevin Diks saat ini sedang dijajaki federasi.

Empat pemain itu diminati Shin Tae-yong selaku pelatih Timnas Indonesia. Mereka dianggap punya kualitas yang mumpuni untuk bisa mengangkat prestasi Timnas Indonesia.

Keinginan itu pun diakomodir oleh PSSI yang menugasi anggota Komite Eksekutif (Exco) untuk mengurus naturalisasi keempatnya. PSSI ingin memastikan pemain-pemain itu benar-benar punya bukti darah keturunan Indonesia.

Dari keempat pemain itu, semuanya berstatus Warga Negara Asing karena sudah memilih kewarganegaraan tempat mereka tinggal. Mereka harus mendapatkan status Warga Negara Indonesia (WNI) lewat jalur naturalisasi dan mendapatkan pengesahan FIFA untuk bisa membela Indonesia.

Kasus ini berbeda dengan Elkan Baggott yang sudah bisa langsung memperkuat Timnas Indonesia setelah mendapatkan status WNI. Karena Elkan memilih menjadi WNI ketimbang Inggris yang berarti kewarganegaraannya bukan melalui proses naturalisasi.

"Saya sih menargetkan Januari atau Februari ya, itu sudah jalan karena memang negara juga membutuhkan demi mengejar prestasi dan segala macamnya," kata Anggota exco PSSI, Hasani Abdulgani saat ditemui wartawan, Selasa (30/11/2021).

"Saya pikir birokrasi pemerintah akan lebih cepat. Pemainnya yang harus membuat surat pernyataan, lalu kalau dokumennya lengkap, oke," ujarnya menjelaskan.

Yang jelas keempatnya sudah menyatakan minatnya untuk membela Timnas Indonesia. Keberhasilan naturalisasi akan ditentukan oleh PSSI, dukungan pemerintah Indonesia, serta pembuktian dokumen dari pemain-pemain itu.

Belajar dari pengalaman Marc Klok, seorang pemain belum tentu bisa membela negara barunya, dalam hal ini memperkuat Timnas Indonesia. Klok terganjal pengesahan dari FIFA karena tak bisa membuktikan punya darah Indonesia.

Dalam statuta FIFA edisi 2020, garis keturunan seseorang maksimal adalah kakek-nenek. Jika keturunan pemain-pemain lebih dari kakek-nenek, misalnya buyut, maka tak akan diizinkan FIFA untuk memperkuat Indonesia.

Hasani menjamin keempatnya bisa langsung memperkuat Garuda jika bisa membuktikan punya darah Indonesia. Makanya PSSI tengah getol mengurus masalah administrasi ini.

"Secara teoritis iya bisa langsung (memperkuat Timnas Indonesia), tapi tergantung pemerintah kita. Ada undang-undangnya. Kami mengikuti saja Undang-undang itu," ucap Hasani.

(aff/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT