Tiga Pemain Keturunan Sudah Respons PSSI, Kevin Diks Belum

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 01 Des 2021 17:45 WIB
EMPOLI, ITALY - FEBRUARY 13: Kevin Diks of Empoli FC during training session on February 13, 2019 in Empoli, Italy.  (Photo by Gabriele Maltinti/Getty Images)
Kevin Diks (Foto: Getty Images/Gabriele Maltinti)
Jakarta -

Tiga dari empat pemain keturunan sudah merespons PSSI. Hanya Kevin Diks yang dikabarkan belum memberikan jawaban ke federasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Kevin Diks menjadi satu dari total empat pemain yang diminati Shin Tae-yong selaku pelatih Timnas Indonesia. Tiga pemain lainnya adalah Mees Hilgers, Sandy Walsh, dan Jordi Amat.

Mereka berempat ini sedang diupayakan PSSI untuk dinaturalisasi. Kebetulan keempatnya pernah membuat pernyataan bahwa mereka punya darah keturunan Indonesia dan berminat memperkuat Garuda.

Tiga di antaranya sudah memberikan jawaban dan memberikan dokumen-dokumen ke PSSI. Belum diketahui apa yang membuat pemain bermarga Bakarbessy itu tak merespons PSSI.

"Kami berkomunikasi terus, cuma harus hati-hati karena belajar dari kasus sebelumnya supaya ini tidak gagal. Kami sampai sekarang belum umumkan karena kami proses dulu kalau semua sudah matang nanti baru kita coba beri tahu kepada publik," kata anggota Komite Eksekutif PSSI Hasani Abdulgani, saat dikonfirmasi soal Kevin Diks.

"Jadi proses dokumentasi itu yang hari ini sudah oke itu ada tiga, tapi yang satu (Kevin Diks) belum. Tapi kami mau umumkan kalau semuanya sudah clear. Jadi kami bicara tiga orang, tapi sampai sekarang empat pemain itu masih terbuka komunikasinya bersama kami," ujarnya menambahkan.

Kevin Diks dan Sandy Walsh sudah lama dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Mereka berdua pernah mengeluhkan minimnya usaha pendekatan dari PSSI setelah menyatakan minat memperkuat Timnas Indonesia.

Kini setelah PSSI melakukan pendekatan, cuma Sandy Walsh yang terbilang responsif. Sementara Mees Hilgers dan Jordi Amat adalah nama yang baru muncul belakangan ini.

Terlepas dari itu, PSSI menargetkan naturalisasi keempatnya beres awal tahun depan. Tapi itu sangat bergantung dengan proses pembuktian dokumen sebagai keturunan Indonesia, birokrasi pemerintah, dan pengesahan FIFA.

"Saya sih menargetkan Januari atau Februari ya, itu sudah jalan karena memang negara juga membutuhkan demi mengejar prestasi dan segala macamnya," ucap Hasani.

"Saya pikir birokrasi pemerintah akan lebih cepat. Pemainnya yang harus membuat surat pernyataan, lalu kalau dokumennya lengkap, oke," tuturnya.

(aff/krs)