Kata Shin Tae-yong soal Masa Depan dan Sepakbola Usia Dini

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 11 Jan 2022 14:20 WIB
The new Indonesian national football team (PSSI) coach, South Korean Shin Tae-Yong, speaks during a press conference after a contract signing at Pakansari stadium in Cibinong in West Java on December 28, 2019. - Former South Korea coach Shin Tae-yong has been tapped to take over Indonesias struggling national team, the countrys football association said on December 27. (Photo by TJAHYADI ERMAWAN / AFP)
Foto: AFP/TJAHYADI ERMAWAN
Jakarta -

Shin Tae-yong dikontrak PSSI untuk melatih Timnas Indonesia dan berbagai timnas kelompok usia selama empat tahun. Mau kemana kalau sudah habis kontraknya?

Penunjukkan Shin Tae-yong dilakukan PSSI pada akhir Desember 2019. Kontraknya aktif pada awal 2020 dan berakhir hingga akhir 2023.

Sejauh ini PSSI positif mempertahankan Shin Tae-yong sampai masa akhir kontraknya. Apalagi sudah banyak berbagai event yang akan dimainkan Timnas Indonesia pada 2022 ini.

"Kalau untuk itu belum kepikiran," kata Shin Tae-yong di podcast Deddy Corbuzier saat ditanya tentang masa depannya andai selesai melatih Timnas Indonesia.

Dilanjutkan Shin Tae-yong, ia punya visi untuk memajukan sepakbola Indonesia. Baginya untuk mewujudkan impian itu perlu waktu yang tidak sebentar.

Menurutnya, banyak yang harus dibenahi dari sepakbola Indonesia. Shin Tae-yong mau Timnas Indonesia punya nama, minimal di level Asia.

Pelatih asal Korea berharap Indonesia bisa memanfaatkan dengan betul kesempatan tampil Piala Dunia U-20 2023. Kebetulan Indonesia yang akan menjadi tuan rumahnya.

Berkaca dari Piala Dunia 2002, nama Korea melambung tinggi usai lolos ke semifinal. Saat itu Korea berstatus tuan rumah bersama Jepang.

"Jadi untuk memajukan sepakbola, sistem usia dini itu penting sekali. Saya terus memikirkan bagaimana mengembangkan sepakbola usia dini," ujar Shin Tae-yong.

"Nanti akan ada Piala Dunia U-20 2023, saya harap kami bisa berprestasi baik. Agar kepercayaan pemain juga pasti akan meningkat. Indonesia harus meningkat ke tingkat Asia. Saya mau minta tolong untuk lebih kerja keras dari sekarang," ucapnya.

(krs/aff)