ADVERTISEMENT

Polemik Jordi Amat, PSSI Akan Diskusi dengan Shin Tae-yong

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 30 Jun 2022 11:08 WIB
SWANSEA, WALES - SEPTEMBER 21:  Jordi Amat of Swansea in action during the EFL Cup Third Round match between Swansea City and Manchester City at the Liberty Stadium on September 21, 2016 in Swansea, Wales.  (Photo by Stu Forster/Getty Images)
Jordi Amat semasa di Swansea. (Foto: Getty Images/Stu Forster)
Jakarta -

Kepindahan Jordi Amat ke Johor Darul Takzim (JDT) menjadi polemik. PSSI akan menyampaikan sikap usai berdiskusi dengan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Polemik itu antara lain lahir karena ada yang menuding keinginan Jordi Amat menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) demi kepentingan pribadinya. Yakni bermain di JDT agar bisa didaftarkan sebagai pemain asing Asia/ASEAN.

Jordi Amat sendiri tahu dengan anggapan itu. Pesepakbola 30 tahun berdarah Makassar yang sebelumnya membela klub Belgia itu pun sudah memberi klarifikasi.

Saat ini Jordi Amat sedang diurus proses naturalisasinya menjadi WNI demi memperkuat Timnas Indonesia. Setelah kini resmi ke JDT, tak sedikit yang menyarankan PSSI maupun pemerintah untuk membatalkan saja naturalisasi Jordi Amat.

"Nanti akan ada rilis resmi dari PSSI. Yang jelas saya sudah diskusi dengan Shin Tae-yong karena sesuai dengan komitmen awal PSSI, yaitu naturalisasi permintaan Shin Tae-yong," kata Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (30/6/2022).

"Mereka dinaturalisasi karena kualitasnya, kita (Timnas Indonesia) mungkin tak mampu berprestasi tapi di kontrak kita dituntut untuk berprestasi. Oleh sebab itu apapun keinginan Shin Tae-yong, termasuk pelaksanaan road map dan lawan lawan uji coba kita dukung," ujarnya.

"Terakhir, Shin Tae-yong minta naturalisasi itu kami dukung juga dengan syarat orang yang naturalisasi harus benar-benar yakin bisa membangkitkan kualitas timnas," katanya lagi.

Sikap PSSI terhadap Pro-Kontra Jordi Amat ke JDT

Meski begitu, Indra Sjafri juga menyebut bahwa kepindahan pemain berdarah Spanyol-Indonesia itu ke JDT bukan soal besar. Terlebih raksasa Malaysia itu juga bukan klub ecek-ecek.

Selain memiliki fasilitas mewah dan lengkap, klub itu juga rutin berkompetisi di pentas Asia. Musim ini saja JDT sudah memastikan lolos ke babak 16 besar Liga Champions Asia.

"Saya sudah pernah bilang tapi semua orang menyalahkan saya bahwa sepakbola tidak bisa menjadi alasan untuk perpindahan warga negara. Tapi memang kemarin saat mau memulai naturalisasi itu kualitas dia menjadi pertimbangannya," tutur Indra Sjafri.

"Kedua mereka (calon pemain naturalisasi) bermain di level kompetisi lebih baik. Walaupun Jordi bermain di Malaysia, bukan berarti menurunkan kualitasnya. Dan saya memahami apa yang disampaikan masyarakat, apalagi ini bermain di JDT dan klubnya di Malaysia dan ini bisa menjadi dampak psikologis," ucapnya.

"Sekarang ada yang pro dan kontra. Bagaimana sikap resmi PSSI? Mungkin dalam beberapa hari ke depan akan disampaikan," katanya.

(krs/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT