ADVERTISEMENT

Persija Dilatih Thomas Doll, Rezaldi Hehanussa Teringat Luis Milla

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 30 Jun 2022 22:40 WIB
Rezaldi Hehanussa
Rezaldi Hehanussa. Foto: Muhammad Robbani/detikSport
Jakarta -

Rezaldi Hehanussa merasakan sensasi Luis Milla di latihan Persija Jakarta di bawah asuhan Thomas Doll. Ia jadi merasa mudah beradaptasi dengan pelatih Jerman itu.

Thomas Doll baru saja memulai pekerjaan barunya sebagai pelatih Persija saat ditunjuk pada Bulan April lalu. Ia diharapkan bisa memberikan warna baru sekaligus mengangkat performa Persija.

Eks pelatih Borussia Dortmund mencitrakan diri sebagai pelatih yang perfeksionis dengan latar belakang dan pengalaman di sepakbola Eropa. Banyak kritik keras yang ditujukan buat kultur sepakbola dalam negeri, maupun kualitas pemainnya sendiri.

Meski begitu, Rezaldi justru mengaku menikmati momen latihan bersama Thomas Doll. Ia teringat dengan pelatih kesayangannya asal Spanyol, Luis Milla, yang pernah menanganinya di Timnas Indonesia U-23.

"Dari pola latihan, mungkin ada agak berbeda, walau dibilang keras, tapi normal, seperti fisik wajar, semua fisik bicara. Latihannya pegang bola, fisik dengan bola," kata Rezaldi, saat ditemui wartawan di acara Indofood di Jakarta Fair Kemayoran (JFK), Kamis (30/6/2022).

"Kalau saya sih tidak kagok, saya merasa ini sama banget dengan Luis Milla. Karakternya bisa dibilang sama, fisiknya juga diseriusi dengan memanfaatkan bola," ujarnya menambahkan.

Luis Milla memang meninggalkan kesan mendalam buat para eks pemainnya di Timnas Indonesia. Eks pemain Real Madrid itu menjadi figur favorit para pemainnya atas gaya melatih dan pendekatannya yang dinilai paham dengan sepakbola Indonesia.

Tak cuma itu, ia juga sempat menjadi favorit publik sepakbola Indonesia karena dianggap berhasil membuat Garuda menampilkan permainan yang menghibur. Tak terkecuali Rezaldi yang hingga kini masih berhubungan baik dengan Luis Milla.

"Saya tak ada kesulitan, karena dalam sesi latihan pelatih juga detail menginformasikan pergerakan pemain harus seperti apa, menjelaskan pressing-nya seperti apa, bertahan bagaimana, menyerang bagaimana," tutur bek kiri 26 tahun itu.

"Dia keras di lapangan, tapi di sepakbola saja. Di luar lapangan seperti bapak sendiri, merangkul, tertawa-tawa bareng pemain, asyik pelatihnya, komunikasi kami dekat," ucapnya.

(adp/adp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT