ADVERTISEMENT

Hokky Caraka: Dari SSB di Gunungkidul, Jadi Andalan Timnas U-19

Pradito Rida Pertana - Sepakbola
Selasa, 05 Jul 2022 18:03 WIB
Pesepak bola Tim Nasional Indonesia U-19 Frezy Al Hudaifi (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Tim Nasional Vietnam U-19 dalam laga penyisihan Grup A Piala AFF U-19 2022 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/7/2022). Skor pertandingan berakhir seri 0-0. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Hokky Caraka, dari SSB di Gunungkidul kini menjadi andalan Timnas U-19. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta -

Hokky Caraka sudah mulai unjuk ketajaman bersama Timnas Indonesia U-19. Muncul dari SSB di Gunungkidul, pemain 17 tahun itu kini menjadi andalan Garuda Muda.

Timnas U-19 memetik kemenangan 7-0 atas Brunei Darussalam dalam pertandingan lanjutan Grup A Piala AFF U-19 2022. Dalam pertandingan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/7/2022), Hokky mencetak empat gol. Tiga gol lainnya tercatat atas nama Ronaldo Kwateh, Arkhan Fikri, dan Alfriyanto Nico.

Bisa sampai menjadi pilihan utama Shin Tae-yong, Hokky melalui perjalanan panjang. Ayah Hokky, Ribut Budi Suryono (42), mengungkap bahwa kesukaan pemain PSS Sleman itu pada sepakbola sudah terlihat sejak dini.

"Sebenarnya anak itu dari kecil, sekitar usia 4-6 bulan itu kalau tidur sudah ngeloni bola," kata Ribut mengawali perbincangan dengan detikJateng melalui sambungan telepon, Selasa (5/7/2022).

Hokky baru ikut SSB pada kelas 3 SD. SSB Handayani Gunungkidul menjadi tempat pertama Hokky menimba ilmu mengolah si kulit bundar.

"Nah, setelah dari Handayani kita masuk (kelas khusus olahraga) KKO SMP 1 Playen. Dari SMP 1 Playen itu naik ke kelas 2 mulai dikenal oleh SSB Kota Yogyakarta, hanya dipinjam kompetisi sama liga pelajar tahun 2018," kata Ribut lagi.

Seleksi di Akademi Arema FC juga pernah dijajal oleh Hokky. Meski lolos, Hokky akhirnya tak bergabung karena alasan pendidikan.

"Pulang dari kompetisi itu kita mencoba keberuntungan seleksi ke akademi Arema Malang, dan alhamdulillah Hokky diterima di sana," katanya.

"Tapi karena harus berpikir ulang karena harus mengorbankan sekolah dan sebagainya akhirnya tidak jadi ambil akademi Arema dan akhirnya dipinjam SSB Piyungan," kata Ribut.

"Untuk mengikuti kompetisi liga pelajar 2019 dan Piala Soeratin 2020. Dari situlah, Hokky mulai dilirik akademi PSS Sleman dan akhirnya masuk sana kurang lebih 4-6 bulan," ujarnya.

Akademi PSS Sleman menjadi pembuka jalan Hokky bisa menembus Timnas. Setelah lolos seleksi program Garuda Select, nama Hokky kian dikenal. Di tangan eks pemain Chelsea, Dennis Wise, Hokky, yang dulunya stopper, diubah menjadi striker. Hasilnya bisa dilihat saat pertandingan Indonesia dengan Brunei.

Kendati sudah menunjukkan diri piawai menjebol gawang lawan, Hokky dituntut tak segera berpuas diri. Pelatih Timnas U-19, Shin Tae-yong, menilai dia masih bisa lebih baik lagi.

"Untuk Hokky jadi meski dia cetak empat gol dia banyak kekurangan dan harus banyak belajar ke depannya," kata Shin Tae-yong, seusai laga kontra Brunei.

(cas/rin)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT