ADVERTISEMENT

Pelatih Curacao Sebut 2 Pemain Timnas Indonesia yang Diwaspadai

Muhammad Robbani - Sepakbola
Jumat, 23 Sep 2022 20:20 WIB
SINGAPORE, SINGAPORE - DECEMBER 25: Pratama Arhan Alif Rifai #12 of Indonesia celebrates after scoring his teams second goal against Singapore during the second half of the second leg of their AFF Suzuki Cup semifinal at the National Stadium on December 25, 2021 in Singapore. (Photo by Yong Teck Lim/Getty Images)
Pratama Arhan, salah satu pemain yang diwaspadai Curacao (Getty Images/Yong Teck Lim)
Jakarta -

Pelatih Curacao Remko Bicentini menyebut dua pemain Timnas Indonesia yang dinilai harus diwaspadai. Ia menyebut nama Pratama Arhan dan Nadeo Argawinata.

Curacao akan dua kali dijamu Timnas Indonesia pada FIFA Matchday alias jeda internasional. Laga pertama akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada, Sabtu (24/9/2022) dan di Stadion Pakansari pada, Selasa (27/9).

Negara dari kawasan Karibia yang merupakan anggota Concacaf itu tidak main-main dalam lawatannya ke Indonesia. Setidaknya mereka sudah mempelajari Timnas Indonesia.

Dari pengamatan sang pelatih, Timnas Indonesia disebutnya punya pemain-pemain berkualitas. Tak ragu juga ia menyebut dua nama yang mencuri perhatiannya.

"Tentu saja kami harus mengantisipasi 23 pemain, seluruhnya. Namun saya memang melihat sejumlah pemain bertalenta, seperti Arhan pemain left full back, saya rasa dia sangat baik, kata Remko, saat memberikan keterangan, Jumat (23/9).

"Kemudian juga sang kiper Nadeo. Kalian memenangkan pertandingan terakhir dengan hasil yang sangat baik (menang 7-0 atas Nepal). Jadi kami akan melihat besok saat kedua tim bertemu," ujarnya.

Pelatih kelahiran Belanda itu juga mengungkapkan kesannya terhadap sepakbola Indonesia. Ia melihat ada kesamaan antara Curacao dan Indonesia.

Terutama soal kehadiran pemain-pemain keturunan yang memperkuat kedua tim. Timnas Indonesia diperkuat pemain keturunan Belanda seperti Marc Klok, ataupun keturunan dari negara Eropa lainnya seperti Elkan Baggott yang berdarah Inggris.

Sementara Curacao memiliki irisan yang kuat dengan Belanda. Tak heran negara di peringkat ke-84 FIFA itu banyak dihuni banyak berdarah Belanda yang juga bermain di Eredivisie.

"Mengenai kultur sepakbola, Indonesia memiliki sejumlah pemain keturunan Eropa atau yang pernah merasakan atmosfer kompetisi Eropa. Sama seperti Curacao juga. Dan jika pengalaman itu dimanfaatkan dengan baik maka akan berpengaruh bagi perkembangan sepakbola dalam negeri," tutur Remko.

"Jadi yang membedakan Curacao dan Indonesia hanyalah, Curacao berpenduduk 160 ribu orang, sementara Indonesia punya 270 juta penduduk. Jadi Indonesia punya lebih banyak potensi pemain," ucapnya.

(aff/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT