Presiden Arema Siap Beri Bantuan Walau Itu Tak Bisa Kembalikan Nyawa

ADVERTISEMENT

Presiden Arema Siap Beri Bantuan Walau Itu Tak Bisa Kembalikan Nyawa

Afif Farhan - Sepakbola
Senin, 03 Okt 2022 13:35 WIB
Media Officer Sudarmaji bersama Presiden Arema FC
Presiden Arema Siap Beri Bantuan Walau Itu Tak Bisa Kembalikan Nyawa (Foto : M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Jakarta -

Hati Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana hancur melihat Tragedi Kanjuruhan. Gilang siap beri bantuan dan santunan, walau katanya itu tidak bisa kembalikan nyawa korban.

Dilansir dari Antara, Gilang Widya Pramana bersama para petinggi Arema FC menggelar jumpa pers di kantor Manajemen Arema di Malang, Senin (3/10/2022). Pria yang akrab disapa Juragan 99 itu menyampaikan belasungkawa mendalam atas Tragedi Kanjuruhan.

Gilang Widya Pramana juga menegaskan, pihak Arema FC akan siap memberikan santunan dan bantuan kepada korban. Dia berkata, walau hal tersebut tidak bisa mengembalikan nyawa korban.

"Saya siap bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. Permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya kepada korban, masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimpa keluarga besar Aremania pada 1 Oktober 2022," kata Gilang.

"Saya siap memberikan bantuan, santunan, meskipun itu tidak akan bisa mengembalikan nyawa korban," lanjutnya.

Police officers and soldiers stand amid tear gas smoke after clashes between fans during a soccer match at Kanjuruhan Stadium in Malang, East Java, Indonesia, Saturday, Oct. 1, 2022. Panic following police actions left over 100 dead, mostly trampled to death, police said Sunday. (AP Photo/Yudha Prabowo)Foto-foto kericuhan di Stadion Kanjuruhan (AP/Yudha Prabowo)

Gilang Widya Pramana bersama para pemain Arema FC dan staff akan lakukan kegiatan tabur bunga dan melayat ke rumah korban Aremania. Dirinya menutup, Tragedi Kanjuruhan tidak bisa diprediksi dan di luar nalar.

"Kejadian ini di luar prediksi, di luar nalar. Di pertandingan itu semua pendukung kita, tidak ada satu pun pendukung lawan. Bagaimana bisa kejadian menewaskan ratusan orang. Kejadian yang mungkin tidak akan ada di dunia," kata Gilang sambil terisak.

(aff/rin)

ADVERTISEMENT