Sentilan Nugroho Setiawan pada Masalah Suporter Sepakbola Indonesia

ADVERTISEMENT

Sentilan Nugroho Setiawan pada Masalah Suporter Sepakbola Indonesia

Afif Farhan - Sepakbola
Senin, 03 Okt 2022 21:05 WIB
Police officers and soldiers stand amid tear gas smoke after clashes between fans during a soccer match at Kanjuruhan Stadium in Malang, East Java, Indonesia, Saturday, Oct. 1, 2022. Panic following police actions left over 100 dead, mostly trampled to death, police said Sunday. (AP Photo/Yudha Prabowo)
Foto: AP/Yudha Prabowo
Jakarta -

Masalah suporter sepakbola di Indonesia menurut Nugroho Setiawan hanya berkutat di itu-itu saja. Banyak cara untuk membuat pertandingan aman dinikmati, tapi...

Teranyar, Tragedi Kanjuruhan menjadi duka kelam bagi sepakbola Indonesia dan dunia. 125 Korban jiwa meninggal dunia setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) malam WIB di Stadion Kanjuruhan.

Pemerintah sudah membentuk tim khusus untuk menginvestigasi Tragedi Kanjuruhan agar diusut tuntas. Kronologi sementara berdaskan penuturan saksi mata dan kepolisian, para suporter masuk ke lapangan kemudian ricuh dengan petugas keamanan.

Gas air mata ditembakkan, sampai ke arah tribun. Para suporter yang terjebak karena pintu-pintu stadion yang terkunci akhirnya sesak nafas, terhimpit, pingsan, sampai meninggal dunia.

Nugroho Setiawan, pemilik lisensi FIFA Security Officer diwawancarai ABC.net.au. Nugroho kini menjabat sebagai Security Officer di Asian Football Confederation (AFC), yang sebelumnya menjabat sebagai Head of Infrastructure, Safety, and Security di PSSI.

Nugroho ditanya bagaimana soal permasalahan sepakbola di Indonesia. Dirinya tidak menyangkal, kalau sebenarnya masalahnya itu-itu saja!

"Sebenarnya masalahnya itu-itu saja, dan usaha (perbaikan) ke arah situ sering terlupakan karena sibuk untuk menggelar pertandingan dan kompetisinya, mengejar klasemen, dan mengejar revenue barangkali ya," katanya.

Nugroho Setiawan menyebut, para pemangku kepentingan sepakbola Indonesia harus satu suara dan bekerja sama untuk membuat kultur suporter sepakbola Indonesia lebih baik. Mereka harus menjalankan bersama persepsi pengamanan, kondisi infrastruktur, dan supporter behaviour yang harus terus dikawal.

"Sampai hari ini belum tercapai. Ini merupakan suatu pekerjaan rumah untuk kita bersama," tegasnya.

"Kemudian perilaku supporter. Kita harus sadari bahwa di FIFA ini sekarang ada safety, security dan juga services, karena sepak bola dilihat sebagai industri," tutupnya.

(aff/rin)

ADVERTISEMENT