DetikSepakbola
Senin 23 April 2018, 19:56 WIB

Gara-Gara Salah, Totti Jadi Sering Nonton Liverpool

Redzi Arya Pratama - detikSport
Gara-Gara Salah, Totti Jadi Sering Nonton Liverpool Mohamed Salah jadi pemain terbaik Liga Inggris versi PFA (Phil Noble/Reuters)
Roma - Efek Mohamed Salah kepada Liverpool memang sangat besar. Sampai-sampai membuat legenda AS Roma Francesco Totti kerap menonton Liverpool saat ini.

Salah menjulang bersama Liverpool. Ia mencapai performa terbaik dan telah membuat 41 gol di semua kompetisi sejauh ini. Kebetulan Salah juga sempat setim dengan Totti kala bermain di AS Roma dua tahun ke belakang.

Penampilan Salah yang sangat gemilang tersebut mengambil perhatian Francesco Totti. Dia mengaku gara-gara Salah jadi sering menonton pertandingan Liverpool.


"Musim ini saya menonton banyak laga Liverpool, terutama karena Salah sekarang bermain di sana. Saya mengikuti dia secara konsisten," ujarnya kepada situs resmi Liverpool.

"Setelah drawing Liga Champions dipastikan, dalam beberapa hari terakhir saya secara khusus menonton pertandingan Liverpool di Liga Champions. Saya pikir pertandingan nanti akan sangat sulit bagi kedua tim," sambungnya.

"Terkait Salah, saya cukup kaget melihat dia bisa tampil begitu baik di musim pertamanya bersama Liverpool. Tapi di sisi lain, menengok kualitas skuat mereka dan seorang Juergen Klopp, salah satu manajer terbaik di dunia, itu jadi tidak mengejutkan. Liverpool menciptakan kondisi agar Salah bisa memberikan performa terbaik."


Totti juga punya respek tersendiri untuk Liverpool dan stadion Anfield. Dia sempat tampil di sana pada Liga Champions 2001-2002, tapi Roma saat itu kalah dan gugur dari kompetisi.

"Terlepas dari hasil buruk itu, saya punya memori yang baik di Anfield. Atmosfer, perasaan, hasrat fans, sangat luar biasa. Ketika mendengar Liverpool saya memikirkan respek, klub besar, fans besar, dan sebuah model yang harus diikuti," papar pemain yang sudah tampil lebih dari 700 pertandingan untuk Roma itu.

"Ketika saya memikirkan Final Piala Eropa 1984, itu adalah memori buruk. Tapi, pada akhirnya kami harus memilih satu dari tiga klub terbaik di dunia kala drawing dan akan menghadapi Liverpool," tutupnya.





(mrp/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed