'Lukaku Diperlakukan Tidak Adil di MU'

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 20 Nov 2020 07:20 WIB
MILAN, ITALY - OCTOBER 21:  Romelu Lukaku of FC Internazionale reacts to a missed chance during the UEFA Champions League Group B stage match between FC Internazionale and Borussia Moenchengladbach at Stadio Giuseppe Meazza on October 21, 2020 in Milan, Italy.  (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Romelu Lukaku dinilai diperlakukan tidak adil semasa di Manchester United. (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)
Jakarta -

Pelatih Belgia Roberto Martinez melihat Romelu Lukaku kini sangat matang sebagai pemain. Pengalaman tidak menyenangkan di Manchester United menumbuhkannya.

Lukaku gabung Manchester United pada awal musim 2017/2018 dari Everton, dengan nilai transfer 75 juta paun. Penyerang internasional Belgia ini tampil cukup apik di tahun pertama dengan mencetak 27 gol dari 51 pertandingan.

Tapi situasinya berubah di tahun kedua. Lukaku 'hanya' mampu bikin 15 gol di 45 penampilan seluruh kompetisi. Itu adalah catatan terburuknya sejak musim 2013/2014.

Di musim itu pula, Lukaku kehilangan kepercayaan dari Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. Solskjaer lebih memprioritaskan Marcus Rashford dan Anthony Martial sebagai juru gedor tim, hingga akhirnya Lukaku dilepas ke Inter Milan pada awal 2019/2020.

Nah, bareng Inter, Lukaku langsung tokcer lagi. Pemain 27 tahun itu membuat 34 gol di 51 pertandingan pada tahun pertamanya, sementara musim ini sudah mencetak tujuh gol dari tujuh laga. Pengalaman di MU dinilai membuat Lukaku lebih kuat dan matang.

"Anda bisa melihat pemain ini melewati fase-fase, momen-momen bagus, momen buruk. Tapi yang sudah kita lihat pada Romelu Lukaku adalah dia tidak pernah kehilangan kualitasnya yang luar biasa, yakni mencetak gol-gol," ungkap Martinez kepada talkSPORT dikutip Football Italia.

"Sekarang kita sudah melihat kematangan yang sesungguhnya dalam permainannya. Masa yang dia jalani di Manchester United, dia saat itu begitu putus asa untuk memenangi trofi-trofi dan menanggung tanggung jawab yang besar di pundaknya, dan mungkin banyak disalahkan, yang mana di mata saya, itu sangat tidak adil."

"Tapi pergi ke Italia, dia ada dalam proyek baru, dia sudah mengambil tanggung jawab dan kesulitan-kesulitan di Inggris itu dengan cara yang bagus. Pemain yang kita lihat sekarang adalah pemain yang berada dalam momen kematangan terbaik dalam kariernya," sambung mantan bos Lukaku di Everton ini.



Simak Video "Sudah Minta Maaf, Lukaku Bakal Main Saat Chelsea Vs Spurs?"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/ran)