sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 28 Nov 2020 07:00 WIB

Keluhkan Jadwal, Klopp Diminta Jangan Cengeng

Yanu Arifin - detikSport
LIVERPOOL, ENGLAND - OCTOBER 24: Jurgen Klopp, Manager of Liverpool looks on during the Premier League match between Liverpool and Sheffield United at Anfield on October 24, 2020 in Liverpool, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Peter Byrne - Pool/Getty Images) Manajer Liverpool, Juergen Klopp. (Foto: Getty Images/Pool)
Liverpool -

Juegen Klopp mengeluhkan jadwal padat, yang membuat Liverpool dilanda badai cedera. Manajer asal Jerman itu diminta jangan cengeng.

Liverpool dilandai badai cedera saat ini. Beberapa pilar utamanya tumbang. Di antaranya Virgil van Dijk, Trent Alexander-Arnold, Joe Gomez, dan Jordan Henderson.

Saat mengalahkan Leicester City 3-0 akhir pekan lalu, Liverpool bahkan mendapat tambahan pemain cedera lagi. Gelandang Naby Keita juga ikutan terkapar, dan digantikan pada menit ke-54.

Situasi itu membuat Klopp marah-marah usai pertandingan. Saat diwawancara, ia menyemprot dua stasiun televisi, yakni Sky Sports dan BT Sports, karena membuat pertandingannya semakin banyak.

"Jika Anda (Sky) tidak mulai membicarakan ini dengan BT, kami akan habis. Sky dan BT harus membicarakannya, karena jika kami terus bermain pada Rabu dan Sabtu pukul 12.30, saya tidak yakin apakah kami akan mengakhiri musim ini dengan 11 pemain, dengan semua tim di posisi tujuh besar," kecam Klopp.

Tudingan itu dibalas. Jurnalis Daily Mail, Craig Hope, meminta Klopp jangan cengeng sebab Si Merah juga tetap untung dari hak siar Liga Inggris.

"Tanpa uang dari TV, Klopp tidak akan bisa mendatangkan pemain seperti Diogo Jota senilai 41 juta paun sebagai pengganti Mo Salah. Dia tidak akan punya tempat latihan dan akademi baru yang indah senilai 50 juta paun, yang dipakai untuk mengembangkan bintang muda seperti Curtis Jones, bersinar akhir pekan lalu," tulis Hope dalam kolomnya.

"Itu kesepakatannya. Sky Sports dan BT Sport membayar klub Liga Premier ratusan juta paun sebagai imbalan kepemilikan penjadwalan TV. Mungkin klausul Covid akan ditulis ke dalam kontrak yang menguntungkan di masa depan, sarana negosiasi antara klub dan penyiar ketika datang ke waktu istirahat yang diharapkan di antara pertandingan. Itu baru adil."

"Tapi, sementara klausul Covid tidak ada untuk kita sekarang, dan kita harus bertahan. Anda bergilir, bekerja malam hari, akhir pekan, Sabtu jam makan siang, kami berani katakan sebaik mungkin untuk memenuhi kontrak yang disepakati dengan majikan Anda. Jadi tolong, jangan merengek," jelasnya.

Saat ini, Liverpool sendiri berada di peringkat dua klasemen Liga Inggris dengan 20 poin. Raihan poinnya sama dengan Tottenham Hotspur, yang unggul selisih gol

(yna/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com