sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 01 Des 2020 19:03 WIB

Klopp Banyak Ngeluh? Sir Alex Dulu Juga Begitu

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Liverpools manager Jurgen Klopp reacts during the Champions League group D soccer match between Liverpool and Atalanta at Anfield stadium in Liverpool, England, Wednesday, Nov. 25, 2020. (Peter Powell/Pool via AP) Juergen Klopp berkali-kali mengeluhkan penjadwalan Liga Inggris. (Foto: AP/Peter Powell)
Jakarta -

Juergen Klopp belakangan sering mengeluhkan jadwal dan aturan yang dinilai merugikan pemain. Ini dianggap cuma sebuah permainan pikiran dari Klopp.

Juergen Klopp berulang kali mengeluhkan lemahnya perlindungan terhadap pemain, merujuk pada penjadwalan dan aturan yang dirasa tidak pas. Manajer Liverpool itu sudah mengungkapkan keinginannya agar pergantian lima pemain diterapkan lagi di Liga Inggris.

Klopp bahkan 'membangun' koalisi untuk itu, dengan Manajer Manchester City Pep Guardiola menyatakan hal serupa. Manajer West Ham United David Moyes yang sebelumnya tak setuju penerapan kembali lima pergantian pemain kabarnya berubah pikiran.

Hal lain yang disoroti Klopp adalah jadwal kick-off Sabtu pukul 12.30 siang waktu setempat. Buat Liverpool dan tim-tim Inggris yang bermain di kancah Eropa, jadwal itu disebutnya konyol.

Terkait jadwal kick-off ini, Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer juga sempat mengeluh. Sebab MU sempat harus langsung bertanding pada Sabtu siang, sementara tim baru kembali ke Inggris pada Kamis pagi usai partai Liga Champions.

Keluhan Klopp diperkuat dengan fakta bahwa Liverpool mengalami serangkaian cedera. Jawara Inggris itu sudah kehilangan Virgil van Dijk dan Joe Gomez karena cedera parah, sementara Trent Alexander-Arnold, Alex Oxlade-Chamberlain, Naby Keita, James Milner, dan Thiago Alcantara juga masih dirawat.

Mantan bek Manchester United Gary Neville menilai ucapan Juergen Klopp bukan semata-mata keluhan, melainkan sebuah taktik. Manajer asal Jerman itu ingin Liverpool mendapatkan keuntungan, sebagaimana yang dilakukan Sir Alex Ferguson bersama MU dulu.

"Saya tak merasa Juergen Klopp benar soal kelelahan, soal jangka waktu pramusim, atau soal waktu kick-off hari Sabtu. Pandangan saya adalah, ketika Anda menjadi manajer juara, dan inilah titik yang sudah dicapai Sir Alex dan kenapa mereka menyebutnya pengeluh dan sebagainya selama bertahun-tahun, para manajer terbaik cuma ingin menang," kata Gary Neville dikutip Sky Sports.

"Risiko terbesar terhadap kans Klopp memenangi liga lagi musim ini adalah satu atau dua cedera besar lainnya. Jadi dia ingin mencoba mendapatkan keuntungan untuk memberikan efek psikologis ke pikiran orang-orang. Sir Alex melakukannya selama 15 atau 16 tahun," imbuhnya.

Dilansir Sky Sports, pada 2009 silam Sir Alex juga pernah mengeluhkan jadwal bertanding Sabtu siang usai tampil di Liga Champions pada Rabu malam. Ini membuktikan tindakan Klopp bukan hal yang baru lagi.

"Saya bermain untuk manajer seperti itu dalam diri Sir Alex Ferguson dan ada ratusan komentar semacam itu. Setiap musimnya, dia menginginkan keuntungan itu," sambung Neville.

"Dia menginginkan kemampuan untuk memulihkan diri lebih baik, bermain di waktu yang berbeda, sehingga cocok dengan Manchester United, dan itulah yang Klopp inginkan sekarang."

"Yang Klopp sudah lakukan di Liverpool selama tiga musim terakhir itu luar biasa. Tapi skuadnya musim ini cuma agak layu karena fakta mereka sudah menjalani tiga musim tersebut," tandasnya.

(raw/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com