Satu Hal yang Diogo Jota Belum Rasakan di Liverpool

Afif Farhan - Sepakbola
Kamis, 03 Des 2020 21:40 WIB
Liverpools Diogo Jota celebrates after scoring his sides second goal during the English Premier League soccer match between Liverpool and Leicester City at Anfield stadium in Liverpool, England, Sunday, Nov. 22, 2020. (AP Photo/Jon Super)
Satu Hal yang Diogo Jota Belum Rasakan di Liverpool (AP/Jon Super)
Liverpool -

Diogo Jota sudah jadi bintang baru di Liverpool. Gol-gol telah dicetaknya, tapi ada satu hal yang ingin sekali dia rasakan. Apa itu?

Diogo Jota dibeli Liverpool dari Wolves pada bursa transfer musim panas bulan Juni kemarin. The Reds menebusnya seharga 41 juta paun atau setara Rp 766 miliar.

Dengan harga yang mahal, Diogo Jota sudah membayar kepercayaan Liverpool. Sejauh ini, pemain asal Portugal itu sudah membukukan sembilan gol dari 13 penampilan di seluruh ajang.

Diogo Jota sudah jadi amunisi baru di lini serang Liverpool. Usianya yang masih 23 tahun, masih sangat muda untuk terus berkembang lagi.

LIVERPOOL, ENGLAND - OCTOBER 27: Diogo Jota of Liverpool in action during the UEFA Champions League Group D stage match between Liverpool FC and FC Midtjylland at Anfield on October 27, 2020 in Liverpool, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Michael Regan/Getty Images)Diogo Jota sudah jadi bintang baru di Liverpool (Getty Images/Michael Regan)

Dilansir dari The Athletic, Diogo Jota sudah merasakan banyak hal di Liverpool. Dari teman baru, hingga semangat baru untuk kembali mempertahankan titel Liga Inggris.

Tapi ada satu hal yang belum dia rasakan dan ingin sekali dia rasakan, apa itu?

"Saat kamu bermain untuk Liverpool, pasti kamu ingin merasakan atmosfer Anfield. Itulah atmosfer stadion terbaik di dunia yang sayangnya belum saya rasakan sekarang," ujarnya.

"Sepakbola tanpa fans di stadion sungguh aneh sekali," keluhnya.

Tak ayal, pandemi virus Corona memang membuat kompetisi sepakbola di banyak negara digelar tertutup alias tanpa penonton. Meski, sudah ada wacana kalau pemerintah Inggris siap memberi lampu hijau bagi para suporter datang ke stadion meski masih dibatasi.

"Bukan cuma saya saja, seluruh pemain merasa kehilangan atmosfer dari Anfield. Maka itu, saya tak sabar semoga pandemi ini berakhir dan penonton bisa kembali ke stadion," ungkap Diogo Jota.

"Saya tak sabar jika itu terjadi. Saya mau merasakan Anfield yang sesungguhnya," tutup Jota.

(aff/krs)