sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 26 Jan 2021 02:00 WIB

Hati-hati Chelsea, Tuchel Punya Catatan Buruk Ini

Adhi Prasetya - detikSport
LEIPZIG, GERMANY - NOVEMBER 04: Thomas Tuchel, Head Coach of Paris Saint-Germain gestures during the UEFA Champions League Group H stage match between RB Leipzig and Paris Saint-Germain at Red Bull Arena on November 04, 2020 in Leipzig, Germany. (Photo by Maja Hitij/Getty Images) Tuchel punya rekam jejak suka ribut dengan manajemen klub. Foto: Getty Images/Maja Hitij
FOKUS BERITA Chelsea Pecat Lampard
Jakarta -

Thomas Tuchel dikabarkan akan menjadi manajer baru Chelsea seusai pemecatan Frank Lampard. Namun ada catatan buruk yang mungkin bisa menjadi masalah baginya di kemudian hari.

Kiprah Tuchel dikenal luas saat melatih Borussia Dortmund dan Paris Saint-Germain. Namun di sana pula sejumlah konflik dengan manajemen klub terjadi, bahkan berujung pemecatan.

Bersama Dortmund selama periode 2015-2017, Tuchel berhasil meraih trofi DFB-Pokal pada 27 Mei 2017. Namun tiga hari seusai memenangi gelar tersebut, Tuchel dilepas Dortmund.

Hubungannya dengan CEO Hans-Joachim Watzke kala itu memang sudah renggang. Salah satu faktornya adalah kebijakan transfer.

Eksodus Matts Hummels, Ilkay Guendogan, dan Henrikh Mkhitaryan pada musim panas 2016 kabarnya ditentang oleh Tuchel, namun tetap dilanjutkan manajemen klub.

Tak hanya itu, Tuchel juga mengeluarkan pernyataan kontroversial kala laga Dortmund vs AS Monaco di perempatfinal Liga Champions pada 11 April 2017 harus ditunda seusai bus Dortmund diserang.

Tuchel heran mengapa laga itu hanya ditunda sehari, sementara kondisi psikis timnya sedang tak bagus. Tuchel juga di depan publik menyebut bahwa keputusan untuk bermain kala itu seperti dipaksakan manajemen kepada para pemain.

Sifat blak-blakan Tuchel itu yang diyakini membuat manajemen Dortmund gerah, sehingga ia dibebastugaskan di akhir musim itu. Sempat menganggur setahun, Tuchel akhirnya dipinang PSG pada 2018.

Awalnya semua tampak biasa-biasa saja. Selain merajai kancah domestik, ia juga mengantarkan Les Parisiens ke final Liga Champions pada musim 2019/20, meski akhirnya kalah. Ia bahkan mendapat tambahan kontrak setahun seusai musim itu.

Namun setelahnya, apa yang terjadi di Dortmund kembali terjadi di PSG. Tuchel berselisih soal transfer dengan direksi PSG, dalam hal ini Direktur Olahraga Leonardo Araujo.

Ia meminta bek, namun yang diberi adalah Danilo Pereira, yang dikenal sebagai gelandang bertahan. Selain itu, kritikan kepada manajemen klub di depan publik kembali terjadi.

Pada bulan Desember, dalam wawancara dengan media Jerman, Sport 1, menyebut bahwa dirinya pernah mempertanyakan posisinya di PSG yang lebih terasa seperti politisi ketimbang pelatih.

Beberapa hari setelah wawancara itu, tepatnya pada malam Natal 2020, Tuchel pun dipecat. Padahal, tak sampai sehari sebelumnya, PSG baru saja menang 4-0 atas Strasbourg di Liga Prancis.

Kini, setelah sebulan menganggur, Tuchel kembali dihadapkan dengan pekerjaan baru. Pengumumannya sebagai manajer Chelsea tampak tinggal menunggu waktu.

Mendatangkan Tuchel jelas akan menimbulkan harapan baru, mengingat kualitas yang ia punya. Namun, Chelsea juga perlu sadar, bahwa ketika menunjuk Tuchel, tak tertutup kemungkinan bahwa konflik yang sudah-sudah akan terjadi lagi.

Banner Papan Atas EPL
(adp/pur)
FOKUS BERITA Chelsea Pecat Lampard
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com