Chelsea yang Aneh, Suka Kendur kalau Sudah Unggul

Afif Farhan - Sepakbola
Selasa, 16 Feb 2021 14:40 WIB
LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 15: Olivier Giroud of Chelsea celebrates after scoring his sides first goal with Cesar Azpilicueta of Chelsea (L) during the Premier League match between Chelsea and Newcastle United at Stamford Bridge on February 15, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Paul Childs - Pool/Getty Images)
Chelsea yang Aneh, Suka Kendur Kalau Sudah Unggul (Getty Images/Pool)
London -

Chelsea terus tampil gemilang di Liga Inggris. Tapi bagi Frank Leboeuf, The Blues masih belum meyakinkan karena suka kendur kalau sudah unggul.

Terbaru, Chelsea mampu mengalahkan Newcastle United di Stamford Bridge, Selasa (16/2/2021) dini hari WIB dalam lanjutan Liga Inggris. The Blues memetik kemenangan 2-0 berkat gol Olivier Giroud dan Timo Werner yang dicetak di babak pertama.

Chelsea kini naik ke posisi keempat Klasemen Liga Inggris sementara dengan 42 poin. Chelsea menggeser Liverpool yang punya 40 poin.

Chelsea di era manajer Thomas Tuchel belum pernah kalah. Dari lima laga, Tuchel membawa Chelsea seri sekali dan empat kali menang beruntun. Termasuk, mengalahkan rival sekota Tottenham Hotspur 1-0.

Chelsea's Timo Werner, right, celebrates with teammates after scoring his side's second goal during the English Premier League soccer match between Chelsea and Newcastle United at Stamford Bridge Stadium in London, England, Monday, Feb. 15, 2021. (Adrian Dennis/Pool via AP)Chelsea yang masih belum terkalahkan di Liga Inggris sejauh ini (AP/Adrian Dennis)

Eks pemain Chelsea, Frank Leboeuf menyebut kalau The Blues pada eranya Thomas Tuchel sudah cukup baik. Tapi sepertinya, masih ada satu kelemahan.

"Chelsea suka mengendur kalau sudah unggul. Itu terlihat lagi saat menghadapi Newcastle United, mereka bagus di babak pertama kemudian tidak di babak kedua," terangnya seperti dilansir dari ESPN.

"Lihatlah di babak kedua, Chelsea bermain dengan tempo yang lambat dan suka kehilangan bola. Untung pertahanan mereka lagi bagus-bagusnya," lanjut Leboeuf.

Leboeuf menjelaskan, hal tersebut bisa menjadi petaka buat Chelsea. Seharusnya, Chelsea lebih kejam kepada lawan dan tidak kendur untuk menambah gol.

"Saya tidak tahu apakah itu strateginya Tuchel atau para pemain di lapangan yang tidak terlihat motivasinya," imbuh Leboeuf.

"Mereka akan kesulitan nantinya jika terus melakukan hal tersebut," tutup Leboeuf.

(aff/cas)