Timo Werner Tumpul, Kerjanya Lari-lari Doang

Bayu Baskoro - Sepakbola
Jumat, 16 Apr 2021 02:00 WIB
LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 28: Timo Werner of Chelsea reacts after missing a chance during the Premier League match between Chelsea and Manchester United at Stamford Bridge on February 28, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Clive Rose/Getty Images)
Timo Werner dianggap tumpul dan bermain seperti kuda buta. (Foto: Clive Rose/Getty Images)
London -

Timo Werner mendapat kritikan tajam atas performanya di Chelsea. Striker Jerman itu dianggap cuma bisa berlari-lari saja, tapi kesulitan mencetak gol.

Werner belum mampu mengeluarkan performa terbaiknya sejak dibeli Chelsea dari RB Leipzig seharga 53 juta paun pada musim panas lalu. Dia baru mencatatkan 10 gol dan 11 assist dari 41 penampilan di semua kompetisi.

Jumlah golnya tersebut berbanding terbalik dengan apa yang Werner torehkan bersama RB Leipzig. Pada musim lalu saja, dia sukses menceploskan 34 gol dan 13 assist dari 45 pertandingan.

Kurang tajamnya Timo Werner di Chelsea membuat manajar Thomas Tuchel putar otak untuk lini serang timnya. Penyerang 25 tahun itu pun diparkir di dua laga terakhir The Blues melawan Crystal Palace (10/4/2021) dan Porto (14/4).

Absennya Werner di dua laga terakhir Chelsea mendapat sorotan dari eks pemain Real Madrid dan Tottenham Hotspur, Rafael Van der Vaart. Pria Belanda itu menilai keputusan Tuchel sudah tepat.

Dalam pandangan Van der Vaart, Werner hanya bisa berlari-lari saja tapi tumpul di depan gawang. Dia mengaku lebih suka apabila posisi Werner digantikan pemain Chelsea lainnya, Hakim Ziyech.

LONDON, ENGLAND - APRIL 03: Timo Werner of Chelsea looks on during the Premier League match between Chelsea and West Bromwich Albion at Stamford Bridge on April 03, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Clive Rose/Getty Images)Timo Werner kesulitan mencetak gol bersama Chelsea. (Foto: Getty Images/Clive Rose)

"Jika saya menjadi Thomas Tuchel, saya akan selalu memilih Hakim Ziyech. Dia adalah opsi terbaik sejauh ini," kata Van de Vaart kepada Ziggo Sport, dilansir dari AS.

"Timo Werner memang cepat sih dan bisa menjadi pilihan bagus dalam laga tandang ketika Chelsea berada di bawah tekanan. Namun yang dia lakukan cuma menundukkan kepala dan berlari seperti kuda buta," ujarnya.

(bay/ran)