10 Fakta Keberhasilan Man City Juara Piala Liga Inggris

Bayu Baskoro - Sepakbola
Senin, 26 Apr 2021 05:30 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 25: Fernandinho of Manchester City lifts the Carabao Cup Trophy as his team celebrate victory after the Carabao Cup Final between Manchester City and Tottenham Hotspur at Wembley Stadium on April 25, 2021 in London, England. 8,000 fans are due to watch the game at Wembley, the most at an outdoor sporting event in the UK since the coronavirus pandemic started in March, 2020. Each team has been given an allocation of 2,000 with the remaining tickets split between local residents and NHS staff. (Photo by Clive Rose/Getty Images)
Manchester City juara Piala Liga Inggris 2020/2021. (Foto: Getty Images/Clive Rose)
London -

Manchester City meraih trofi Piala Liga Inggris usai menaklukkan Tottenham Hotspur di babak final. Berikut 10 fakta keberhasilan juara The Citizens.

Final Piala Liga Inggris 2020/2021 mempertemukan Man City vs Tottenham. Pertandingan digelar di Stadion Wembley, Minggu (25/4/2021) malam WIB.

Laga berjalan sengit sejak awal pertandingan, tapi kedua tim gagal mencetak gol hingga turun minum. Man City baru bisa membuka skor di menit ke-82 melalui Aymeric Laporte.

Gol Laporte tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta di laga ini. Pertandingan tuntas dengan skor 1-0 untuk kemenangan Manchester City.

Dengan kemenangan ini, Man City berhak membawa pulang trofi Piala Liga Inggris ke Etihad Stadium. Gelar ini juga menjadi yang keempat bagi The Citizens di ajang yang sama secara beruntun.

Berikut ini 10 fakta keberhasilan Man City meraih titel Piala Liga Inggris 2020/2021, seperti dirangkum dari Opta:

- Man City memenangkan titel Piala Liga Inggris kedelapan mereka, menyamai rekor jumlah trofi terbanyak milik Liverpool dan menjadi tim kedua yang memenangkan gelar empat musim beruntun setelah The Reds (1981-1984).

- Tottenham kini sudah menelan lima kekalahan di final Piala Liga Inggris, hanya kalah dari Arsenal (enam kali).

- Sejak pergantian abad, Tottenham telah berakhir sebagai runner-up di lima dari enam final mereka di semua kompetisi, serta gagal mencetak gol di masing-masing dari empat final terakhir mereka (3 di Piala Liga, 1 di Liga Champions).

- Manchester City telah memenangkan 19 dari 25 pertandingan Piala Liga Inggris di bawah Pep Guardiola (seri 4, kalah 2); hanya Roy Evans (78,3%) yang membukukan persentase kemenangan lebih tinggi ketimbang Guardiola (76%).

- Tottenham hanya membukukan dua tembakan melawan Man City, sementara The Citizens melepaskan 21 tembakan.

LONDON, ENGLAND - APRIL 25: Pep Guardiola, Manager of Manchester City and his backroom staff celebrates with the trophy after winning the Carabao Cup after the Carabao Cup Final between Manchester City and Tottenham Hotspur at Wembley Stadium on April 25, 2021 in London, England. 8,000 fans are due to watch the game at Wembley, the most at an outdoor sporting event in the UK since the coronavirus pandemic started in March, 2020. Each team has been given an allocation of 2,000 with the remaining tickets split between local residents and NHS staff. (Photo by Clive Rose/Getty Images)Pep Guardiola dan staf pelatin Manchester City. (Foto: Getty Images/Clive Rose)

- Pep Guardiola menjadi manajer pertama yang memenangkan Piala Liga Inggris dalam empat musim berturut-turut, sementara tidak ada manajer lain yang mengangkat trofi lebih banyak daripada manajer Spanyol itu (menyamai jumlah trofi Brian Clough, Alex Ferguson dan José Mourinho).

- Aymeric Laporte menjadi pemain Prancis ketiga yang mencetak gol di final Piala Liga Inggris, setelah Louis Saha untuk Man Utd pada 2006 dan Samir Nasri untuk Man City pada 2014.

- Aymeric Laporte telah mencetak delapan gol untuk Man City di semua kompetisi, dengan seluruh gol dicetak bukan di Stadion Etihad.

- Kevin De Bruyne memberi assist ke-17 di musim ini, lebih banyak ketimbang para pemain Premier League lainnya di semua kompetisi.

- Ryan Mason menjadi manajer termuda yang pernah memimpin tim di final Piala Liga Inggris (29 tahun 316 hari), melampaui Gianluca Vialli dengan Chelsea pada 1998 (33 tahun 263 hari).



Simak Video "Euforia Suporter Chelsea dan Man City Jelang Final Liga Champions"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/raw)