10 Fakta Manchester City Vs Chelsea Akhir Pekan Ini

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Jumat, 07 Mei 2021 18:30 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 17: Kurt Zouma of Chelsea, Rodrigo of Manchester City, and Cesar Azpilicueta of Chelsea compete for a header during the Semi Final of the Emirates FA Cup match between Manchester City and Chelsea FC at Wembley Stadium on April 17, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Ian Walton - Pool/Getty Images)
Manchester City lawan Chelsea akhir pekan ini, ini 10 faktanya (Getty Images/Pool)
Jakarta -

Manchester City akan menjamu Chelsea akhir pekan ini. Berikut 10 fakta terkait duel pemanasan final Liga Champions tersebut.

Duel Manchester City Vs Chelsea akan dihelat di Etihad Stadium, Sabtu (8/4/2021) malam WIB. Ini jadi duel penting untuk kedua tim demi misi masing-masing menjelang musim berakhir.

City wajib menang jika ingin mengunci gelar juara Liga Inggris pekan ini, tanpa harus menunggu hasil pertandingan Manchester United. Sementara, Chelsea butuh tiga poin jika ingin mengamankan posisi empat besar dari kejaran rival-rivalnya.

Sebab, Chelsea saat ini dengan 61 poin ada di urutan keempat, unggul tiga poin atas West Ham di posisi kelima. Melihat catatan pertemuan dalam beberapa musim terakhir, duel ini dipastikan bakal sengit karena tidak ada yang berakhir imbang.

City dan Chelsea sama-sama ingin saling mengalahkan. Apalagi duel ini bisa jadi pemanasan untuk keduanya sebelum bertemu di partai pamungkas musim ini, final Liga Champions 29 Mei mendatang.

Berikut 10 fakta duel Manchester City Vs Chelsea yang dikutip Opta

- Tidak ada hasil imbang dalam 11 pertejuan terakhir antara Manchester City dan Chelsea, Citizens menang tujuh kali sementara Chelsea empat. Man City sendiri cuma menang tujuh kali dari 36 pertemuan pertama dengan Blues di Premier League (7 imbang 22 kalah).

- Chelsea selalu kalah di tiga pertandingan tandang terakhirnya menghadapi Man City dengan agregat 9-1. Kemenangan terakhir di Etihad adalah Desember 2016 bersama Antonio Conte dengan skor 3-1.

- Kemenangan akan membawa Manchester City meraih titel Premier League kelimanya, hanya kalah dari Manchester United (13) sejak kompetisi dibentuk pada 1992.

- Manchester CIty hanya kalah sekali dari 24 pertandingan kandang terakhir menghadapi tim London (20 menang 3 imbang), tak terkalahkan di 14 pertandingan terakhirnya (12 menang 2 imbang) sejak kalah 2-3 dari Crystal Palace pada Desember 2018.

- Manchester City meraih 18 clean sheet dari 34 pertandingan Liga Inggris musim ini, satu lebih banyak dari yang dicatat sepanjang 2019/2020 - catatan tertinggi mereka adalah 20 clean sheet pada musim 2018/2019.

- Manchester City sudah kalah tiga kali di kandang musim ini, termasuk dua dari tiga laga terakhir di Etihad (1 menang) - Ini adalah kekalahan kandang terbanyak Guardiola selama karier kepelatihannya.

- Chelsea meraih 11 clean sheet dari 15 pertandingan liga bareng Thomas Tuchel - terbanyak di antara para manajer pada 15 laga pertamanya di kompetisi ini. Blues mencari kemenangan ketiga beruntun tanpa kebobolan pertamanya sejak November 2017.

- Setelah gagal menang dari lima pertemuan pertamanya dengan Pep Guardiola, Thomas Tuchel memenangi pertemuan terakhir keduanya di semifinal Piala FA bulan lalu.

- Kevin De Bruyne selalu mencetak gol di tiga pertemuan terakhir menghadapi Chelsea. Pemain terakhir yang mencetak gol di empat pertemuan beruntun menghadapi Blus adalah Carlos Tevez (5, 2007 hingga 2010), sementara pemain lain yang melakukannya adalah Ian Wright (1994P), Alan Shearer (1997), dan Muzzi Izzet (2001).

- Kevin De Bruyne sudah mencetak empat gol menghadapi Chelsea di Premier League. Dia jadi mantan pemain Chelsea dengan jumlah gol terbanyak saat menghadapi klub London Barat itu.

- Mason Mount (22 tahun 111 hari) jadi pemain Inggris termuda yang mencapai 10 assist di Premier League untuk Chelsea dan jadi pemain termuda Chelsea kedua sepanjang sejarah sejak Arjen Rooben (21 tahun 252 hari). Sejak awal musim lalu, Mount bikin 130 kesempatan bikin gol, 54 lebih banyak ketimbang pemain Chelsea selama periode itu.

(mrp/yna)