Jelang Final Piala FA: Brendan Rodgers Ngeri Lihat Chelsea

Afif Farhan - Sepakbola
Sabtu, 15 Mei 2021 18:57 WIB
LEICESTER, ENGLAND - APRIL 22: Brendan Rogers, Manager of Leicester City reacts during the Premier League match between Leicester City and West Bromwich Albion at The King Power Stadium on April 22, 2021 in Leicester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors.  (Photo by Tim Keeton - Pool/Getty Images)
Jelang Final Piala FA: Brendan Rodgers Ngeri Lihat Chelsea (Getty Images/Pool)
London -

Final Piala FA mempertemukan Chelsea vs Leicester City. Brendan Rodgers pun bak ngeri melihat The Blues di tangannya Thomas Tuchel.

Chelsea vs Leicester di final Piala FA akan digelar di Stadion Wembley, Sabtu (15/5/2021) malam WIB. Pertandingan akan kick-off pada pukul 23.15 WIB.

Chelsea ke final usai menyingkirkan Manchester City dengan skor 1-0 di semifinal. Sementara Leicester City melaju ke partai puncak setelah menang 1-0 atas Southampton.

Kedua tim merupakan penghuni papan atas di Liga Inggris. Leicester City makin garang di bawah asuhan manajer Brendan Rodgers, sementara Chelsea terus padu di bawah polesan Thomas Tuchel.

Jelang final Piala FA, Brendan Rodgers pun memberi pujian kepada Thomas Tuchel. Baginya, Tuchel sudah membuat Chelsea makin mengerikan.

"Manajer sebelumnya, Frank Lampard sudah melakukan hal yang luar biasa. Tuchel lalu datang dengan pengalamannya dan membuat permainan Chelsea naik level lagi," katanya seperti dilansir dari The Sun.

SEVILLE, SPAIN - APRIL 07: Thomas Tuchel, manager of Chelsea FC reacts during the UEFA Champions League Quarter Final match between FC Porto and Chelsea FC at Estadio Ramon Sanchez Pizjuan on April 07, 2021 in Seville, Spain. (Photo by Fran Santiago/Getty Images)Thomas Tuchel bikin Chelsea makin mengerikan (Getty Images/Fran Santiago)

Brendan Rodgers menambahkan, Chelsea mampu menapaki dua final di musim ini yakni Piala FA dan Liga Champions. Baginya, permainan Chelsea yang fleksibel di lapangan membuat laju Mason Mount dkk tidak terbendung lawan.

"Mereka bisa bermain dengan formasi 3-4-3 lalu menjadi 3-5-2. Mereka mampu menyesuaikan diri dengan permainan lawan," tegas Rodgers.

"Tuchel pun mampu mengeluarkan potensi terbaik para pemainnya. Chelsea kini terlihat sebagai pemburu hadiah besar, maka layak mereka mencapai dua final," tutupnya.

(aff/nds)