Frank Lampard Tidak Menyesal Lakukan Hal Ini pada Kante

Afif Farhan - Sepakbola
Kamis, 24 Jun 2021 19:07 WIB
Chelseas NGolo Kante, left goes to shake hands with Chelseas head coach Frank Lampard as he is substituted during their English Premier League soccer match between Arsenal and Chelsea at the Emirates stadium in London, Saturday, Dec. 26, 2020. (Andrew Boyers/ Pool via AP)
Frank Lampard Tidak Menyesal Lakukan Hal Ini pada Kante (AP)
London -

Frank Lampard semasa menjabat sebagai manajer Chelsea mengubah posisi N'Golo Kante, yang didorong maju ke depan. Lampard punya alasan sendiri.

Frank Lampard menjadi manajer Chelsea dalam kurun 2019 sampai 2021. Di akhir Januari kemarin, Lampard dipecat dan posisinya digantikan oleh Thomas Tuchel.

Lampard melakukan banyak perubahan di Chelsea. Banyak pemain muda yang dipromosikan ke skuad utama seperti Mason Mount, Reece James, Tammy Abraham, hingga Billy Gilmour.

Lampard juga melakukan beberapa eksperimen. Salah satunya yang mengejutkan adalah mendorong N'Golo Kante yang seorang gelandang bertahan untuk maju lebih ke depan.

WEST BROMWICH, ENGLAND - SEPTEMBER 26: Frank Lampard, Manager of Chelsea and Ngolo Kante of Chelsea interact following their draw in the Premier League match between West Bromwich Albion and Chelsea at The Hawthorns on September 26, 2020 in West Bromwich, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)Kante dan Lampard (Getty Images)

Menurut Frank Lampard, Kante bukanlah gelandang bertahan yang kuno. Kante punya kecepatan lari yang sip untuk menembus kotak penalti lawan sampai melepas umpan.

"Kante bukan cuma gelandang bertahan yang berdiri di depan para bek. Dia punya kemampuan umpan yang bagus dan tidak banyak orang sadar akan hal itu," terang Lampard seperti dilansir dari Mirror.

"Kante tidak hanya hebat dalam memotong bola lawan. Dia juga cepat untuk mengalirkan bola dan itulah kelebihannya yang saya manfaatkan," tambahnya.

Di era Frank Lampard, posisi gelandang bertahan diisi oleh Jorginho. Dalam skema 4-3-3 favoritnya, N'Golo Kante ditempatkan di pos gelandang sebelah kanan.

Kante juga sempat mencetak gol, sampai bisa melepas umpan-umpan ke dalam kotak penalti. Di era Thomas Tuchel, Kante juga masih melakukan hal tersebut yang sesekali masuk ke dalam kotak penalti lawan.

"Saya sering dikecam karena mengubah posisinya. Tapi bagi saya, Kante memang punya kemampuan untuk itu dan saya tidak mau menyia-nyiakannya," tutup Lampard.

(aff/krs)