Harry Kane yang Terlalu Naif dan Polos

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 03 Agu 2021 08:00 WIB
Englands Harry Kane reacts during the Euro 2020 final soccer match between Italy and England at Wembley stadium in London, Sunday, July 11, 2021. (Facundo Arrizabalaga/Pool via AP)
Harry Kane dianggap terlalu naif dan polos. (Foto: AP/Facundo Arrizabalaga)
Jakarta -

Kisah Harry Kane di Tottenham Hotspur memasuki babak baru yang diwarnai drama. Kane mangkir dari latihan akibat Tottenham enggan menjualnya.

Harry Kane seharusnya dijadwalkan melapor dan ikut latihan tim di Tottenham Hotspur Way, Enfield guna memulai pramusimnya, Senin (2/8/2021). Ia mendapatkan libur ekstra usai membela tim nasional Inggris di Euro 2020.

Mangkirnya Harry Kane ini diduga kuat akibat keinginannya untuk hengkang dipersulit klub. CEO Tottenham Hotspur Daniel Levy seperti diketahui berusaha menahannya erat-erat dengan meminta banderol yang amat tinggi, tak kurang dari 150 juta paun, untuk Kane.

Padahal kabarnya Manchester City sudah sempat mengajukan tawaran yang cukup bagus pada bulan Juni lalu. Jawara Liga Inggris itu mengakukan proposal senilai 100 juta paun namun ditolak.

Harry Kane sudah sejak musim lalu mengisyaratkan ingin pindah karena tak kunjung memenangi trofi di Tottenham Hotspur. Padahal kontribusinya sudah sangat besar: ia bikin 221 gol plus 47 assist dari 336 penampilan seluruh ajang bareng The Lilywhites.

Kane sendiri merasa berhak untuk diberi keleluasaan bernegosiasi dengan klub lain karena punya perjanjian tak tertulis dengan Daniel Levy. Tapi Daniel Levy selama ini dikenal sebagai orang yang rumit dan alot, membuat Kane justru terlihat sangat naif.

"Saya rasa kalau Harry mengandalkan kesepakatan yang berdasarkan kepercayaan dengan seseorang yang terkenal sulit untuk ditatap matanya, maka saya rasa dia sudah bersikap bodoh dan agak naif," ujar mantan pemain Chelsea dan Aston Villa, Andy Townsend, dikutip talkSPORT.

"Untuk menyepakati kontraknya yag terakhir dan bergantung serta percaya dengan jabat tangan seseorang yang punya reputasi sebagai orang paling rumit untuk ditangani, ya itu naif dari Harry. Harry itu ada di titik puncak kariernya dan dia pemain yang sangat berpengalaman."

"Bagaimana bisa dia menggantungkan ini hingga ke titik di mana ia menjabat tangan CEO dan percaya itu sudah cukup untuk membawanya keluar? Maka saya merasa ya ini sangat naif darinya dan perwakilannya. Itu langkah yang agar buruk dari sisinya," imbuh bekas pemain timnas Republik Irlandia ini.



Simak Video "The Glazers Siap Bajak Kane, Pemain PSG Marah ke Wasit"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/yna)